Iklan
Iklan
Dunia

450 Drone Ukraina Menuju Moskow, Kilang Minyak Rusia Jadi Sasaran

Serangan drone Ukraina ke Moskow pada Minggu melibatkan 450 drone dan merusak kilang minyak serta fasilitas logistik Rusia.

450 Drone Ukraina Menuju Moskow, Kilang Minyak Rusia Jadi Sasaran
Foto: Ilustrasi 450 Drone Ukraina Menuju Moskow, Kilang Minyak Rusia Jadi Sasaran (Sumber: Foto AP/Efrem Lukatsky)

Bandara Moskow Sempat Membatasi Penerbangan

Dampak serangan juga dirasakan sektor penerbangan. Bandara Sheremetyevo memberlakukan pembatasan sementara pada malam hari, sedangkan Bandara Vnukovo sempat menghentikan penerbangan kedatangan dan keberangkatan.

Pembatasan tersebut kemudian dicabut pada Minggu pagi, meski sejumlah penerbangan masih berpotensi mengalami keterlambatan.

Kementerian Pertahanan Rusia, menurut laporan sejumlah media, menyatakan sistem pertahanan udara negara itu mencegat lebih dari 1.000 drone di berbagai wilayah Rusia, termasuk wilayah yang diduduki Rusia dan kawasan Laut Hitam. Angka tersebut mencakup serangan di luar Moskow.

Serangan Berlangsung Saat Pemilu Rusia

Serangan drone tersebut terjadi pada hari terakhir pemilihan parlemen Rusia. Sobyanin menuduh serangan itu bertujuan mengganggu proses pemilu, tetapi tuduhan mengenai motif tersebut merupakan klaim pejabat Rusia dan belum disertai bukti independen yang dapat memastikan tujuan serangan.

Pemungutan suara berlangsung selama tiga hari dan mencakup pemilihan anggota Duma Negara serta sejumlah pemilihan tingkat regional dan lokal.

Ukraina sendiri menegaskan bahwa sasaran serangannya berkaitan dengan fasilitas minyak dan logistik yang dianggap mendukung kemampuan Rusia dalam menjalankan perang.

Rusia Juga Serang Wilayah Ukraina

Di sisi lain, Ukraina melaporkan serangan Rusia terhadap wilayahnya dalam periode yang sama.

Presiden Zelensky mengatakan sebuah biara di wilayah Kherson diserang menggunakan drone pada Sabtu (19/9). Serangan tersebut dilaporkan menewaskan seorang anggota rohaniwan dan melukai empat orang lainnya.

Menurut otoritas Ukraina, serangan terjadi di Desa Chervonyi Maiak. Kepala Administrasi Militer Wilayah Kherson Oleksandr Prokudin menyebut seorang rohaniwan berusia 71 tahun meninggal dunia, sementara empat rohaniwan lainnya mengalami luka.

Rangkaian serangan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan drone dan serangan jarak jauh masih menjadi bagian penting dalam konflik Rusia-Ukraina. Kedua pihak terus melaporkan serangan terhadap infrastruktur yang mereka anggap berkaitan dengan kemampuan militer lawan, sementara verifikasi independen terhadap seluruh klaim di medan perang masih terbatas.