450 Drone Ukraina Menuju Moskow, Kilang Minyak Rusia Jadi Sasaran
Serangan drone Ukraina ke Moskow pada Minggu melibatkan 450 drone dan merusak kilang minyak serta fasilitas logistik Rusia.

Moskow — Ukraina melancarkan serangan udara berskala besar ke wilayah Moskow pada Minggu (20/9/2026), dengan otoritas Rusia menyebut 450 drone ditembak jatuh saat menuju ibu kota. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan korban jiwa dan kerusakan pada kilang minyak serta sejumlah bangunan, sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi adanya serangan terhadap fasilitas minyak dan logistik Rusia menggunakan drone dan rudal.
Serangan Menargetkan Kilang Minyak Moskow
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan pertahanan udara Rusia mencegat 450 drone yang bergerak menuju ibu kota. Ia menyebut serangan tersebut sebagai salah satu serangan drone terbesar yang pernah terjadi terhadap Moskow.
Sobyanin juga mengatakan beberapa drone mencapai area Kilang Minyak Moskow. Menurut laporan SINDOnews, pejabat militer Ukraina menyebut tiga unit penting di fasilitas tersebut mengalami kerusakan.
Kementerian Pertahanan Ukraina menyatakan fasilitas minyak yang menjadi sasaran memiliki peran penting dalam memasok kebutuhan bahan bakar di wilayah Moskow. Kyiv juga menyebut sebagian produk bahan bakar dari fasilitas tersebut digunakan untuk kebutuhan militer Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan serangan tersebut menyasar fasilitas minyak yang dinilai penting serta lokasi logistik Rusia. Menurut Zelensky, fasilitas yang menjadi sasaran memiliki nilai ekonomi yang berkaitan dengan pembiayaan operasi militer Rusia.
Menteri Pertahanan Ukraina juga menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas tersebut dapat mengurangi kemampuan Rusia dalam menyediakan kebutuhan bagi pasukan militernya. Pernyataan tersebut merupakan posisi pemerintah Ukraina dan belum dapat diverifikasi secara independen seluruhnya.
Dua Orang Dilaporkan Tewas
Serangan tersebut juga menimbulkan korban di wilayah Moskow. Gubernur Wilayah Moskow Andrei Vorobyev melaporkan dua orang meninggal dunia dalam sejumlah insiden yang berkaitan dengan serangan drone.
Vorobyev mengatakan seorang perempuan berusia 44 tahun meninggal setelah sebuah drone menghantam bangunan tempat tinggal di Sofyino. Lima orang lainnya dilaporkan terluka dalam insiden tersebut, termasuk dua anak.
Dalam insiden lain di Distrik Orekhovo-Zuyevo, seorang pria lanjut usia dilaporkan meninggal setelah sebuah rumah pribadi terkena serangan.
Sementara itu, laporan berbeda mengenai jumlah korban luka muncul pada tahap awal. menyebut 20 orang terluka berdasarkan keterangan pejabat wilayah, sedangkan laporan lain memberikan angka yang lebih rendah. Karena itu, jumlah korban luka masih perlu diperlakukan sebagai data sementara.
Bandara Moskow Sempat Membatasi Penerbangan
Dampak serangan juga dirasakan sektor penerbangan. Bandara Sheremetyevo memberlakukan pembatasan sementara pada malam hari, sedangkan Bandara Vnukovo sempat menghentikan penerbangan kedatangan dan keberangkatan.
Pembatasan tersebut kemudian dicabut pada Minggu pagi, meski sejumlah penerbangan masih berpotensi mengalami keterlambatan.
Kementerian Pertahanan Rusia, menurut laporan sejumlah media, menyatakan sistem pertahanan udara negara itu mencegat lebih dari 1.000 drone di berbagai wilayah Rusia, termasuk wilayah yang diduduki Rusia dan kawasan Laut Hitam. Angka tersebut mencakup serangan di luar Moskow.
Serangan Berlangsung Saat Pemilu Rusia
Serangan drone tersebut terjadi pada hari terakhir pemilihan parlemen Rusia. Sobyanin menuduh serangan itu bertujuan mengganggu proses pemilu, tetapi tuduhan mengenai motif tersebut merupakan klaim pejabat Rusia dan belum disertai bukti independen yang dapat memastikan tujuan serangan.
Pemungutan suara berlangsung selama tiga hari dan mencakup pemilihan anggota Duma Negara serta sejumlah pemilihan tingkat regional dan lokal.
Ukraina sendiri menegaskan bahwa sasaran serangannya berkaitan dengan fasilitas minyak dan logistik yang dianggap mendukung kemampuan Rusia dalam menjalankan perang.
Rusia Juga Serang Wilayah Ukraina
Di sisi lain, Ukraina melaporkan serangan Rusia terhadap wilayahnya dalam periode yang sama.
Presiden Zelensky mengatakan sebuah biara di wilayah Kherson diserang menggunakan drone pada Sabtu (19/9). Serangan tersebut dilaporkan menewaskan seorang anggota rohaniwan dan melukai empat orang lainnya.
Menurut otoritas Ukraina, serangan terjadi di Desa Chervonyi Maiak. Kepala Administrasi Militer Wilayah Kherson Oleksandr Prokudin menyebut seorang rohaniwan berusia 71 tahun meninggal dunia, sementara empat rohaniwan lainnya mengalami luka.
Rangkaian serangan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan drone dan serangan jarak jauh masih menjadi bagian penting dalam konflik Rusia-Ukraina. Kedua pihak terus melaporkan serangan terhadap infrastruktur yang mereka anggap berkaitan dengan kemampuan militer lawan, sementara verifikasi independen terhadap seluruh klaim di medan perang masih terbatas.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.




