Serangan Rusia Kembali Hantam Kyiv, Zelensky Dorong AS Perkuat Sanksi
Serangan Rusia kembali menghantam Kyiv saat Zelensky berada di New York. Ia dorong AS memperketat tekanan dan sanksi terhadap Moskow.

Jakarta, Semualini.com - Serangan Rusia kembali menghantam Kyiv pada Rabu (23/9/2026), ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berada di New York untuk menghadiri rangkaian agenda Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Setelah serangan tersebut, Zelensky mendesak Amerika Serikat (AS) memperketat tekanan terhadap Rusia dan menambah dukungan pertahanan udara bagi Ukraina.
Serangan terhadap ibu kota Ukraina berlangsung pada siang hari dan mengenai sejumlah fasilitas di Kyiv. Laporan terbaru menyebut sedikitnya dua orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Infrastruktur nonmiliter, termasuk fasilitas komersial dan transportasi, turut terdampak.
Zelensky menyampaikan bahwa serangan tersebut menunjukkan perlunya tekanan yang lebih besar terhadap Moskow. Ia mengatakan Ukraina juga membutuhkan tambahan amunisi pencegat rudal untuk menghadapi serangan udara Rusia.
"Setiap serangan semacam ini terjadi karena tekanan terhadap pihak agresor belum pernah diterapkan secara menyeluruh, sehingga Rusia merasa masih bisa terus bertaruh pada teror rudal balistik. Saat ini, Amerika Serikat memiliki kesempatan untuk memberikan respons yang kuat," ujar Zelensky seraya menekankan kebutuhan mendesak Ukraina akan amunisi pencegat rudal tambahan.
Pernyataan itu disampaikan setelah Zelensky melakukan sejumlah pertemuan dengan pejabat AS di New York. Sebelumnya, ia juga bertemu Presiden AS Donald Trump pada Selasa (22/9/2026) di sela-sela agenda Majelis Umum PBB untuk membahas upaya penghentian perang dan kemungkinan gencatan senjata terhadap fasilitas energi.
Zelensky Bahas Tekanan Ekonomi terhadap Rusia
Dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB pada Rabu, Zelensky kembali menyerukan tekanan ekonomi terhadap Rusia. Ia menyoroti pendapatan Rusia yang menurutnya berperan dalam menopang kemampuan Moskow membiayai perang.
Zelensky juga menggunakan istilah patient zero ketika menggambarkan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam konteks perang yang berlangsung. Pernyataan tersebut merupakan bagian dari pidatonya di hadapan para pemimpin dunia di New York.
"Dapatkah Anda membayangkan dirinya tanpa perang? Dia adalah patient zero, sosok yang dari dirinya gagasan perang ini terus menyebar semakin luas. Dan di mana pun perang itu menyebar, yang dibawanya hanyalah penderitaan, ketidakstabilan, risiko baru, dan tentu saja, krisis-krisis baru," ungkapnya, dikutip dari CNN.
Dalam pidatonya, Zelensky juga menyinggung sektor energi Rusia. Ia mengatakan tekanan terhadap pendapatan dan produksi minyak Rusia perlu ditingkatkan untuk membatasi kemampuan negara tersebut dalam membiayai perang.
"Untuk pertama kalinya dalam sejarah Rusia, kita sekarang mendengar bahwa kebanggaan mereka—yakni industri minyaknya—mulai kehabisan napas," ujar Zelensky. "Target kami adalah kemampuan Rusia dalam mendanai perang ini, memperpanjangnya, serta membuatnya makin brutal dan destruktif. Keuangan dan produksi Rusialah yang harus dihentikan jika kita ingin menghentikan Putin."
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.




