MADAS Nusantara Dukung Jakarta Bersinar ala Pramono-Rano
Ormas MADAS Nusantara siapkan Kotak Aspirasi untuk awasi BUMD dan dinas DKI Jakarta, dukung komitmen Gubernur Pramono Anung wujudkan Jakarta Bersinar.

JAKARTA - Ormas Masyarakat Madura Asli (MADAS) Nusantara menyatakan kesiapannya untuk turut mengawal komitmen Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam mewujudkan Jakarta yang bersinar. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah peluncuran Kotak Aspirasi dan Pengaduan Masyarakat sebagai sarana pengawasan publik.
Langkah ini ditujukan untuk mengawasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun sejumlah dinas yang dinilai masih berpotensi melakukan penyalahgunaan wewenang. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Ormas MADAS Nusantara, KRH HM Jusuf Rizal SH, melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Dukung Transparansi Anggaran Jakarta
"Membangun Jakarta Bersinar sesuai jargon kampanye Pramono-Rano membutuhkan tata kelola pembangunan yang baik, tetapi juga pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel. Karena itu, Gubernur Pramono Anung perlu didukung dengan masukan yang kritis namun konstruktif," ujarnya.
Pernyataan ini disampaikan Jusuf Rizal, yang dikenal sebagai aktivis penggiat antikorupsi, saat menjawab pertanyaan media terkait agenda besar Ormas MADAS Nusantara yang akan memasuki usia dua tahun pada 19 Oktober 2026. Ia menyebut, keberadaan warga Madura di Jakarta yang diperkirakan mencapai 500 ribu jiwa menjadi salah satu alasan organisasi ini ingin turut berkontribusi membangun ibu kota.
Bergerak Mandiri Tanpa Meminta Jatah Kekuasaan
Ormas MADAS Nusantara diketahui merupakan salah satu elemen pendukung kemenangan pasangan Pramono-Rano pada Pilgub 2024. Namun sejak awal, organisasi ini disebut bergerak secara mandiri tanpa mengandalkan dukungan logistik maupun meminta posisi dalam pemerintahan. Permintaan utama mereka hanya agar warga Madura di Jakarta tidak tersisih dari proses pembangunan kota.
"Prinsip warga Madura adalah di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Karena warga Madura mencari nafkah dan penghidupan di Jakarta, kami berkomitmen menjaga stabilitas dan kondusifitas kota dengan turut mengawal kebijakan-kebijakan baik dari Gubernur Pramono Anung," tambah Jusuf Rizal, yang memiliki garis keturunan Madura-Batak dari trah Raja Sumenep, Arya Wiraraja.
Temuan Dugaan Penyalahgunaan Wewenang
Jusuf Rizal menyampaikan, tim Intelijen Rakyat Semesta (IRS) di bawah MADAS Nusantara telah mengidentifikasi sejumlah dugaan penyalahgunaan wewenang di lingkungan BUMD dan dinas-dinas terkait. Atas temuan tersebut, organisasi ini menegaskan akan lebih fokus menjalankan fungsi pengawasan ke depan.
Dalam menjalankan pengawasan itu, MADAS Nusantara berencana menggandeng organisasi masyarakat asli Betawi seperti Forum Betawi Rempug (FBR) dan Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi). Dengan nilai APBD DKI Jakarta yang mencapai sekitar Rp79,56 triliun, pengawasan baik internal maupun eksternal dinilai penting agar pengelolaan anggaran berjalan profesional, transparan, dan akuntabel.
Berkembang Pesat dalam Dua Tahun
Berdiri di bawah kepemimpinan Jusuf Rizal, Ormas MADAS Nusantara tercatat telah berkembang pesat dalam kurun dua tahun terakhir, dengan jumlah anggota mencapai puluhan ribu orang yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara hingga luar negeri.
Organisasi ini juga diketahui telah menggagas berdirinya Badan Musyawarah Madura (Bamus Madura) serta menjalankan Program Sedekah Satu Juta Al-Qur'an. Saat ini, fokus MADAS Nusantara turut diarahkan pada penyiapan sumber daya manusia berkualitas untuk mendukung proyek Wiraraja Industrial Park Madura, yang menelan investasi sekitar Rp5,7 triliun.
Reporter : Syahrudin
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.




