Dailami Firdaus Soroti Marwah Betawi dalam Pemilihan Abang None Jakarta 2026
Dailami Firdaus meminta Pemprov DKI memperkuat nilai agama, adab, dan adat Betawi dalam Pemilihan Abang None Jakarta 2026.

JAKARTA - Senator DPD RI asal DKI Jakarta sekaligus anggota Dewan Adat Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi, Dailami Firdaus, meminta Pemprov DKI Jakarta dan penyelenggara Pemilihan Abang None (Abnon) Jakarta memperkuat pemahaman serta representasi nilai-nilai Betawi dalam setiap penyelenggaraan ajang tersebut.
Menurut Dailami, Abang None Jakarta tidak semestinya hanya menjadi representasi budaya Betawi melalui busana, kesenian, maupun atribut tradisional. Para finalis dan pemenang Abnon, kata dia, juga perlu memahami nilai-nilai yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Betawi.
"Kalau kita membawa nama dan budaya Betawi, maka jati diri Betawi harus dihormati secara utuh. Jangan Betawi hanya ditampilkan melalui pakaian, kesenian, atau simbol-simbolnya, sementara nilai yang menjadi ruhnya justru ditinggalkan," ujar Dailami dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2026).
Dailami menyebut terdapat tiga unsur yang sejak lama menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Betawi, yakni agama, adab, dan adat. Ketiga unsur tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dalam membentuk identitas masyarakat Betawi.
Karena itu, ia menyatakan memahami kegelisahan yang disampaikan sejumlah masyarakat dan tokoh Betawi mengenai penyelenggaraan Abnon Jakarta 2026.
Dailami menilai persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan figur yang terpilih sebagai Abang maupun None Jakarta. Menurutnya, perhatian yang lebih penting adalah bagaimana ajang tersebut tetap mampu menjaga marwah dan jati diri Betawi sebagai bagian dari identitas Jakarta.
Dailami pun mendorong evaluasi terhadap konsep dan kriteria Pemilihan Abang None Jakarta, khususnya terkait aspek representasi budaya Betawi.
Ia mengusulkan sejumlah langkah, di antaranya mengevaluasi konsep dan kriteria pemilihan, menetapkan standar representasi budaya Betawi yang mengacu pada agama, adab, dan adat, serta melibatkan ulama, tokoh adat, budayawan, dan lembaga kebetawian sejak tahap perencanaan hingga proses penilaian.
"Abnon jangan hanya beratribut Betawi, tetapi harus memahami, menghormati, dan mampu membawa nilai-nilai Betawi," tegasnya.
Dailami juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara modernisasi Jakarta sebagai kota global dengan keberadaan budaya Betawi sebagai akar sejarah masyarakat Jakarta.
"Kita ingin Jakarta menjadi kota global, modern, dan terbuka. Tetapi menjadi global bukan berarti kehilangan akar. Agama dijaga, adab dijunjung, dan adat dilestarikan. Betawi jangan sampai kehilangan jati diri di tanahnya sendiri," ujarnya.
Sebagai informasi, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) menyelenggarakan Pemilihan Abang None Jakarta 2026 sebagai ajang pencarian duta budaya dan pariwisata Jakarta. Penyelenggaraan tahun ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju peringatan lima abad Jakarta pada 2027.
Malam final Abnon Jakarta 2026 digelar di Ciputra Artpreneur Theater, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026). Herve Pierre Sidarta dari Jakarta Selatan terpilih sebagai Abang Jakarta 2026, sedangkan Citra dari Jakarta Timur terpilih sebagai None Jakarta 2026.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.




