Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi di Jakarta, Pemprov DKI Perkuat Koordinasi dengan BMKG
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta warga tetap tenang dan waspada menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mencapai Jakarta.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau seluruh masyarakat Jakarta untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyusul sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang telah mencapai sejumlah wilayah, termasuk Jakarta.
Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta sejumlah instansi terkait untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan pergerakan abu vulkanik.
"Pemerintah Jakarta terus-menerus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, dengan BMKG, dengan instasi terkait," ujar Pramono dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).
Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Badan Geologi sebelumnya menyatakan status Level III berlaku sejak 2 Juli 2026. Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung api.
Abu Vulkanik Mulai Menyebar ke Jakarta
Pramono menyebut abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau telah menyebar ke beberapa wilayah di Indonesia. Arah penyebaran abu sangat bergantung pada kondisi angin.
"Saat ini, abu Gunung Anak Krakatau telah menyebar ke beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di antaranya di Jakarta," kata Pramono.
BMKG pada Minggu (6/9) menyatakan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau dilakukan secara intensif. Berdasarkan analisis citra satelit pukul 08.00 WIB, BMKG mengidentifikasi sebaran abu vulkanik yang melingkupi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu.
Karena kondisi angin dapat berubah, Pemprov DKI Jakarta akan terus berkoordinasi dengan BMKG dan instansi terkait untuk mengetahui perkembangan pergerakan abu.
Pramono Minta Warga Terapkan 5M
Pramono meminta warga Jakarta tidak panik. Namun, apabila wilayah tempat tinggal mulai terdampak abu vulkanik, masyarakat diminta melakukan langkah perlindungan diri yang disebut sebagai 5M.
"Bila wilayahnya mulai terdampak abu vulkanik, lakukan 5M," ujarnya.
Lima langkah tersebut meliputi memakai masker atau perlindungan diri, terutama ketika berada di luar ruangan; menutup pintu dan jendela serta sumber air untuk mencegah kontaminasi abu; membatasi aktivitas di luar ruangan ketika abu cukup pekat; serta membersihkan abu dengan membasahinya terlebih dahulu agar partikel tidak kembali beterbangan.
Imbauan tersebut menjadi penting karena abu vulkanik dapat mengganggu kualitas udara dan berpotensi menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan serta mata.
Warga Diminta Ikuti Informasi Resmi
Selain perlindungan diri, Pramono meminta masyarakat hanya mengandalkan informasi dari kanal resmi pemerintah.
"Kami meminta warga Jakarta untuk memantau informasi dari kanal resmi Pemerintah Pusat, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, BPBD, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dengan baik," katanya.
Pramono juga meminta warga segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala gangguan pernapasan maupun kondisi penglihatan yang memburuk.
"Tetap tenang, lindungi diri dan keluarga, mari bersama-sama jaga Jakarta dengan menjaga diri kita sendiri dari abu vulkanik," tutur Pramono.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.




