Iklan
Transportasi

KAI Daop 1 Amankan Barang Tertinggal Senilai Rp4,46 Miliar

KAI Daop 1 Jakarta mencatat temuan ribuan barang tertinggal milik penumpang senilai Rp4,46 miliar. Simak cara lapor lewat layanan Lost and Found.

KAI Daop 1 Amankan Barang Tertinggal Senilai Rp4,46 Miliar
Foto: KAI Daop 1 Amankan Barang Tertinggal Senilai Rp4,46 Miliar. (Sumber : Dok Humas KAI Daop1 Jakarta).

Ringkasan Berita:

  • Sepanjang Januari–September 2026, KAI Daop 1 Jakarta mengamankan 3.634 barang tertinggal dengan estimasi nilai mencapai Rp4,46 miliar.
  • ​Melalui layanan Lost and Found, sebanyak 2.089 barang telah berhasil diverifikasi dan dikembalikan kepada pemilik sahnya.
  • ​KAI mengimbau penumpang untuk selalu memeriksa rak bagasi dan area kursi sebelum turun, serta segera melapor jika merasa ada barang yang tertinggal.

JAKARTA – Tingkat kelalaian penumpang kereta api dalam menjaga barang bawaannya ternyata masih cukup tinggi. 

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat ada ribuan barang milik pelanggan yang tertinggal di dalam kereta maupun area stasiun sepanjang periode Januari hingga September 2026.

​Tidak tanggung-tanggung, total barang temuan tersebut mencapai 3.634 unit dengan estimasi nilai yang fantastis, yakni sebesar Rp4,46 miliar.

​Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, merinci bahwa ribuan barang tersebut terdiri atas 1.144 barang berharga, 2.232 barang kategori biasa, dan 258 berupa makanan. 

Namun, berkat sistem Lost and Found yang terintegrasi, sebagian besar barang tersebut telah tertangani.

​“Sebanyak 2.089 barang telah kembali kepada pemiliknya. Apabila menyadari ada barang tertinggal, pelanggan kami imbau segera melapor dengan menyampaikan informasi perjalanan, lokasi terakhir barang terlihat, dan ciri-ciri barang agar petugas dapat melakukan penelusuran,” ujar Franoto di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

​Berdasarkan data KAI Daop 1, tingkat penyelesaian penanganan barang tertinggal ini terbilang sangat baik. Tercatat sebanyak 3.491 barang atau sekitar 96,06 persen dari total temuan telah selesai diproses.

Iklan

​Selain ribuan barang yang dikembalikan, KAI juga memusnahkan 75 barang kategori makanan yang sudah kedaluwarsa atau rusak. 

Sementara itu, 1.327 barang lainnya diserahkan kepada lembaga sosial atau kepolisian sesuai prosedur, dan tersisa 143 barang yang masih dalam tahap penanganan petugas.

​Jangan Terburu-buru Saat Turun

​Untuk menekan angka barang tertinggal, Franoto mengingatkan para pelanggan agar tidak terburu-buru saat turun dari kereta api, terutama saat tiba di stasiun tujuan.

​“Luangkan waktu beberapa detik untuk memeriksa barang sebelum turun. Pastikan laptop, telepon genggam, dompet, dan dokumen penting sudah tersimpan di dalam tas yang dibawa,” tambah Franoto.

​Ia juga menyarankan penumpang yang tertidur selama perjalanan untuk memasang alarm sekitar 15–30 menit sebelum jadwal kedatangan. 

Hal ini penting untuk memberikan waktu persiapan merapikan barang bawaan dari rak bagasi, kantong kursi, maupun meja lipat.

​Bagi pelanggan yang terlanjur mengalami kejadian barang tertinggal, KAI menyediakan berbagai kanal pelaporan. 

Penumpang dapat segera melapor kepada kondektur yang bertugas, Customer Service di stasiun, petugas keamanan, atau menghubungi Contact Center KAI 121 dengan menyiapkan bukti tiket dan ciri-ciri barang yang hilang.

Iklan

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.