Iklan
Iklan
Nasional

Purbaya Diganti Suahasil Nazara, Pengamat Soroti Kinerja Ekonomi

Purbaya Yudhi Sadewa mengetahui pergantian dirinya saat mengikuti rapat DPD RI. Pengamat IPR menilai reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden.

Purbaya Diganti Suahasil Nazara, Pengamat Soroti Kinerja Ekonomi
Foto: Purbaya Yudhi Sadewa mendapat kabar mengenai pergantian dirinya sebagai Menteri Keuangan saat tengah menghadiri rapat Komite DPD RI. (Tangkapan Layar YouTube DPD RI / Agung)

Iwan berpandangan bahwa keputusan reshuffle harus dilihat dalam konteks tantangan ekonomi yang sedang dihadapi pemerintah.

Presiden, kata dia, membutuhkan Menteri Keuangan yang memiliki kemampuan teknokratis, fokus menjalankan tugas, serta mampu mempercepat implementasi kebijakan fiskal.

Ia menilai posisi Menteri Keuangan terlalu strategis jika hanya digunakan untuk membangun popularitas politik.

“Reshuffle ini harus dibaca sebagai bagian dari upaya Presiden Prabowo mempercepat perbaikan ekonomi. Presiden membutuhkan Menteri Keuangan yang fokus bekerja, kuat secara teknokratis, dan tidak terjebak pada popularitas politik,” kata Iwan.

Menurut Iwan, Menteri Keuangan ke depan menghadapi sejumlah pekerjaan penting, mulai dari menciptakan ruang fiskal hingga mendorong investasi dan konsumsi masyarakat.

Optimalisasi belanja pemerintah serta menjaga stabilitas ekonomi juga dinilai menjadi bagian penting dari tugas tersebut.

Hal ini semakin relevan dengan target pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027.