Prabowo Ungkap Penilaiannya terhadap Amran Menteri Pertanian
Prabowo Subianto memuji Menteri Pertanian Amran Sulaiman setelah target swasembada pangan yang awalnya 4 tahun disebut tercapai dalam waktu setahun.

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas kinerja pemerintah di sektor pertanian. Prabowo mengatakan target swasembada pangan yang semula diperkirakan membutuhkan waktu empat tahun dapat dicapai dalam waktu sekitar satu tahun, khususnya untuk komoditas beras.
Prabowo mengungkapkan, pada awalnya dirinya memberikan waktu empat tahun untuk mewujudkan swasembada pangan. Namun, ia kemudian mengakui kinerja tim pertanian dan Amran yang dinilainya mampu mempercepat pencapaian target tersebut.
“Saya beri waktu tadinya swasembada pangan 4 tahun. Tapi terus terang aja saya harus mengakui saya punya tim pertanian, saya punya Menteri Pertanian yang hebat,” ucap Prabowo.
Prabowo Awalnya Tak Mengenal Amran
Prabowo juga menceritakan bahwa dirinya sebelumnya tidak mengenal Amran secara pribadi. Ia menyebut Amran bukan berasal dari Partai Gerindra, partai yang dipimpinnya.
Menurut Prabowo, penunjukan dan kerja sama dengan Amran tidak didasarkan pada kedekatan politik sebelumnya. Ia mengatakan mulai melihat kesesuaian pemikiran Amran setelah beberapa kali menyimak pemikiran dan pidatonya.
“Kebetulan saya tadinya enggak kenal dia. Dia bukan partai saya, saya benar-benar saya tidak kenal Pak Amran,” bebernya.
Prabowo kemudian menilai kinerja Amran membuatnya memberikan apresiasi. Ia menyebut target swasembada pangan yang awalnya diberikan selama empat tahun dapat dicapai lebih cepat.
“Tapi saya 2-3 kali saya lihat pemikiran pidato dia, ini cocok. Dari 4 tahun, dia bisa hasilkan swasembada pangan 1 tahun. Ini kan luar biasa ini!” tuturnya.
Prabowo Soroti Pengakuan atas Prestasi Pertanian
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak-pihak yang menurutnya tidak mengakui capaian pemerintah di sektor pangan.
Ia menyinggung adanya pihak yang disebutnya menganggap diri sebagai pakar, tetapi tidak mengakui prestasi yang diklaim telah dicapai bangsa Indonesia.
“Yang itu yang saya sedih ya. Ini ada pakar-pakar yang menganggap dirinya pinter apa, dia tidak mau mengakui prestasi bangsa. Padahal dia nikmati,” kata Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam konteks pembahasan mengenai pencapaian swasembada pangan dan dampaknya terhadap ketahanan Indonesia menghadapi kondisi global.
Prabowo: Swasembada Pangan Bikin Indonesia Lebih Aman
Menurut Prabowo, tercapainya swasembada pangan, khususnya beras, membuat Indonesia memiliki posisi yang lebih aman dalam menghadapi berbagai ketidakpastian global.
Ia mengaitkan ketahanan pangan dengan potensi gangguan rantai pasok akibat konflik internasional. Menurutnya, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri menjadi faktor penting ketika kondisi dunia menghadapi berbagai persoalan.
“Kita swasembada pangan berarti kita relatif aman menghadapi banyak masalah. Kita bayangkan kalau perang di Timur Tengah dan di mana-mana, kalau kita enggak swasembada pangan, bagaimana coba?” jelas Prabowo.
Prabowo kemudian membandingkan kondisi harga beras Indonesia dengan sejumlah negara lain di kawasan. Ia menyebut Malaysia, Filipina, dan Jepang sebagai negara yang dapat menjadi pembanding terkait harga beras.
“Tetangga kita Malaysia, Filipina, Jepang, Anda cek harga beras di sana ya.” lanjutnya.
Prabowo mengatakan pencapaian ketahanan pangan menjadi bagian dari pekerjaan pemerintah yang harus terus dijalankan. Ia juga menyinggung respons masyarakat ketika dirinya turun dan bertemu langsung dengan rakyat.
“Jadi saya pikir saya kok yakin sekali kalau tiap kali saya muncul di rakyat, rakyat berbondong-bondong nyambut saya. Jadi bagi saya yang penting saya kerja, kita kerja,” jelas Prabowo.
Pernyataan tersebut menempatkan sektor pangan sebagai salah satu agenda penting pemerintah. Di sisi lain, pencapaian swasembada pangan menjadi isu yang berkaitan dengan produksi beras, kebutuhan domestik, harga pangan, serta ketahanan Indonesia menghadapi perubahan kondisi ekonomi dan geopolitik global.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.




