Muhaimin Iskandar Soroti Persaingan Perguruan Tinggi di Era AI
Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengingatkan lulusan perguruan tinggi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.

Lebih jauh, ia menyebut persaingan tersebut berkembang pada tingkat yang lebih luas, yakni persaingan antarperadaban.
“Persaingan antarperadaban yang hendak menentukan siapa yang paling menentukan perbaikan dan perubahan di tengah gejolak ini,” katanya.
Pernyataan tersebut menempatkan perguruan tinggi sebagai salah satu ruang penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi perubahan global.
Lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki kemampuan akademik sekaligus kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
LULUSAN DIMINTA MENJADI BAGIAN DARI KEMAJUAN BANGSA
Dalam kesempatan yang sama, Muhaimin juga menyampaikan harapan agar para wisudawan mampu mengambil peran dalam pembangunan bangsa.
Muhaimin berharap para lulusan Universitas Ibrahimy dapat menjadi garda terdepan kemajuan dan kemakmuran bangsa Indonesia.
Ia menilai lulusan yang tumbuh dalam lingkungan pendidikan pesantren memiliki bekal akademik sekaligus nilai-nilai yang dapat menjadi modal dalam menghadapi berbagai perubahan.
Wisuda ke-35 Universitas Ibrahimy tersebut menjadi momentum bagi para lulusan untuk memasuki fase baru setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Dengan perubahan teknologi yang berlangsung cepat, tantangan bagi lulusan bukan hanya bagaimana memperoleh pekerjaan, tetapi juga bagaimana terus mengembangkan kemampuan, beradaptasi dengan teknologi, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Muhaimin menekankan bahwa kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi perlu tetap berjalan bersama dengan penjagaan nilai-nilai kemanusiaan.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.




