Ekonom Sentil Program MBG Perlu Dievaluasi: Dampaknya Belum Terlihat Nyata
CORE Indonesia menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dievaluasi karena dampak kesehatannya belum nyata di tengah anggaran yang besar.

Ia turut mengutip temuan dari riset-riset internasional terkait program pemberian makan gratis di sekolah. Dalam berbagai studi global tersebut, penyediaan makanan terbukti dapat meningkatkan tingkat kehadiran peserta didik di sekolah, tetapi pengaruhnya terhadap peningkatan prestasi akademik serta derajat kesehatan masih terbilang terbatas. Meski demikian, Akbar menegaskan riset luar negeri tidak bisa langsung disamaratakan untuk menyimpulkan kondisi di Indonesia.
Aspek lain yang disorot adalah dinamika perubahan besaran alokasi anggaran. Anggaran program ini sempat disebut berada di angka Rp335 triliun, yang terdiri atas Rp268 triliun untuk alokasi BGN serta Rp67 triliun untuk dana cadangan.
Angka tersebut kemudian mengalami penyesuaian turun menjadi Rp248 triliun dan bergeser kembali ke angka Rp217 triliun. Akbar menegaskan bahwa walaupun mengalami pemangkasan besaran, nilai anggaran belanja program tersebut masih tergolong sangat besar.
"Jadi sekali lagi kalau saya rangkum, manfaatnya belum nyata, [tapi] biaya dan risikonya jelas," pungkasnya.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



