Diduga Usai Santap Menu MBG, Seratus Anak di Cirebon Alami Keracunan Massal
Seratus anak di Cirebon mendadak mengalami gejala keracunan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tim medis dan Dinas Kesehatan langsung turun tangan.

Ringkasan Berita:
- Sebanyak seratus anak di Cirebon dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Para korban mengeluhkan gejala mual, muntah, pusing, hingga sakit perut hebat sehingga harus mendapatkan perawatan medis darurat.
- Petugas kesehatan bersama aparat setempat telah mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna mengusut penyebab pasti insiden tersebut.
CIREBON, semualini.com – Kasus dugaan keracunan makanan pasca-penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) melanda wilayah Kota Cirebon, Jawa Barat.
Sekitar 100 siswa dari tiga lembaga pendidikan di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, mendadak mengalami gangguan kesehatan usai menyantap hidangan yang dibagikan pada Selasa (20/10/2026).
Ketiga sekolah yang terdampak dalam insiden massal tersebut meliputi SDN Kalijaga, SDN Kalijaga Permai, serta TK Teratai.
Sebagian besar anak-anak dilaporkan mengeluhkan gejala mual hebat, muntah-muntah, sakit perut, hingga diare beberapa jam setelah mengonsumsi paket makanan dari program pemerintah tersebut.
Banyaknya siswa yang bertumbangan membuat para korban harus dilarikan ke empat rumah sakit berbeda di Kota Cirebon guna mendapatkan pertolongan medis darurat, salah satunya di RS Siloam.
Merespons insiden darurat ini, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Cirebon, Yulian Septa Pratama, menegaskan bahwa penanganan keselamatan para siswa menjadi fokus utama pemerintah saat ini.
Seluruh pasien anak dipastikan mendapatkan tindakan medis secara intensif.
"Pemerintah memprioritaskan pemulihan kondisi kesehatan para siswa yang terdampak. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis," ujar Kepala KPPG Cirebon, Yulian Septa Pratama, saat memberikan keterangannya terkait langkah tanggap darurat yang diambil.
Di saat penanganan medis sedang berlangsung di rumah sakit, ketegangan sempat terjadi di lingkungan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga Harjamukti pada Selasa malam.
Puluhan warga bersama orang tua murid mendatangi lokasi dapur pengolahan makanan tersebut untuk menuntut kejelasan serta pertanggungjawaban pengelola atas buruknya kualitas hidangan yang disajikan kepada anak-anak mereka.
Amarah para orang tua murid menyulut ketika mendengar kesaksian dari anak-anak mereka mengenai kondisi bahan makanan yang dikonsumsi.
Sejumlah siswa menyebut bahwa lauk telur puyuh yang disajikan dalam menu sup MBG hari itu mengeluarkan aroma tidak sedap serta terasa asam.
Hal ini menguatkan dugaan adanya kelalaian dalam pemilihan bahan baku, proses memasak, maupun penyimpanan paket makanan.
"Kami datang ke sini mau minta kejelasan, kok bisa makanan program pemerintah yang katanya bergizi justru bikin anak-anak kami keracunan massal sampai masuk RS Siloam?" cecar salah seorang perwakilan warga yang mendatangi Dapur SPPG Kalijaga Harjamukti.
Orang tua siswa lainnya juga membeberkan hal serupa mengenai keluhan sang anak sebelum mengalami gejala mual muntah.
"Anak saya mengeluhkan ada rasa asam pada telur puyuh yang dikonsumsi," tutur perwakilan warga di lokasi kejadian.
Guna mencegah keributan meluas, jajaran kepolisian dari Polsek Cirebon Selatan Timur (Seltim) bersama tim Dinas Kesehatan Kota Cirebon langsung mengamankan area sekitar SPPG Kalijaga Harjamukti.
Petugas kepolisian dan Dinkes berupaya menenangkan emosi massa sembari memfasilitasi dialog antara perwakilan warga dan pihak pengelola SPPG.
Sebagai bagian dari prosedur penyelidikan, tim Dinas Kesehatan telah mengamankan sisa sampel makanan yang dibagikan untuk dibawa ke laboratorium uji.
Pengujian laboratorium tersebut ditujukan untuk memastikan keberadaan kontaminasi bakteri atau zat berbahaya yang menyebabkan keracunan massal.
Hingga Selasa malam, pihak berwenang telah mengambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara (suspend) seluruh kegiatan operasional SPPG penyedia MBG di Kalijaga tersebut sampai hasil pengujian laboratorium dan proses penyelidikan kepolisian selesai dilakukan secara menyeluruh.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



