Iklan
Iklan
Gaya Hidup

Cerita Warga Singapura Jelajah Anak Krakatau: 2 Jam Naik Speedboat dari Pantai Carita

Warga Singapura menceritakan pengalaman menjelajah Gunung Anak Krakatau pada 2024. Naik speedboat dari Pantai Carita, membuat konten drone dan Starlink.

Cerita Warga Singapura Jelajah Anak Krakatau: 2 Jam Naik Speedboat dari Pantai Carita
Foto: Budiyan Warga Singapore Ceritakan Pengalamannya Naik Gunung Anak Krakatau (Rycko)

DEPOK – Gunung Krakatau sejak lama dikenal sebagai salah satu gunung api Indonesia yang namanya mendunia. Tak hanya menarik perhatian masyarakat Indonesia, Krakatau juga membuat wisatawan mancanegara penasaran untuk melihatnya secara langsung.

Salah satunya adalah Budiyan warga asal Singapura yang pada 2024 datang ke kawasan Pantai Carita, Banten. 

Dari Carita, mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju kawasan Krakatau menggunakan speedboat untuk mengabadikan pemandangan gunung api tersebut.

Kedatangan mereka ke Krakatau berawal dari rasa penasaran terhadap gunung api yang memiliki sejarah panjang dan dikenal luas di dunia internasional.

“Krakatau kalau di Mancanegara paling terkenal. Bukan macam Gunung Merapi, Galunggung,” ujar Budiyan salah seorang warga Singapura saat menceritakan pengalamannya kepada semualini.web.id, Minggu (6/09/2026).

Selain ingin melihat Krakatau secara langsung, mereka juga memiliki tujuan membuat konten menggunakan drone. Mereka bahkan ingin mencoba koneksi internet Starlink untuk mengetahui apakah jaringan tersebut dapat digunakan di kawasan sekitar Krakatau.

Dari Pantai Carita Menuju Krakatau

Setelah berada di kawasan Carita, rombongan tersebut bersiap melanjutkan perjalanan laut menuju Krakatau.

Mereka menggunakan speedboat dari Pantai Carita. Perjalanan laut tersebut memakan waktu hampir dua jam hingga mencapai kawasan yang menjadi tujuan mereka.

Bagi rombongan tersebut, perjalanan ini merupakan pengalaman pertama. Mereka sebelumnya belum pernah mengunjungi Krakatau secara langsung.

Karena itu, sebelum berangkat mereka mengaku sempat merasa tegang. Mereka bahkan terlebih dahulu melaksanakan salat dan berdoa sebelum memulai perjalanan.

“Kita salat dulu betul-betul. Gila nih mau pergi ke gunung anak krakatau pengalaman pertama,” tuturnya.

Meski sempat merasa khawatir, perjalanan dari Pantai Carita menuju Krakatau akhirnya berlangsung dengan aman.

Mengabadikan Krakatau dengan Drone

Setibanya di kawasan Krakatau, kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk mengambil berbagai foto dan video.

Drone diterbangkan untuk mendapatkan gambar dari udara dan memperlihatkan kondisi kawasan gunung api tersebut dari perspektif yang berbeda.

Rombongan itu juga mengabadikan momen tersebut karena menyadari bahwa kesempatan untuk datang langsung ke Krakatau bukan sesuatu yang mudah dilakukan berulang kali.

“Pasalnya momen ini langka. Kamu nggak akan datang ke sana kedua kali, tiga kali,” katanya.

Menurutnya, dokumentasi yang dihasilkan dari perjalanan tersebut menjadi sesuatu yang berharga, terutama karena kondisi Krakatau yang mereka lihat saat itu menjadi bagian dari rekaman perjalanan mereka.

Video Krakatau Masih Dibagikan hingga Sekarang

Rombongan tersebut melakukan perjalanan ke Krakatau sekitar November 2024. Dokumentasi yang mereka buat saat itu hingga kini masih dibagikan melalui media sosial.

Menurut narasumber, foto dan video tersebut bukan hanya untuk membuat konten, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin mengenal Krakatau.

“Jadi saya masih posting dari 2024 sampai sekarang. Masih share-share untuk edukasi,” ujarnya.

Melalui konten tersebut, ia ingin memperkenalkan Krakatau kepada lebih banyak orang, termasuk mengenai sejarah dan perkembangan kawasan gunung api tersebut.

“Jadi orang tahu apa gunung Anak Krakatau ini. Dari waktu dia purba sampai sekarang,” katanya.

Krakatau Jadi Pengalaman Langka

Bagi warga Singapura tersebut, kunjungan ke Krakatau menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Perjalanan menggunakan speedboat dari Pantai Carita selama hampir dua jam, kemudian melihat langsung kawasan gunung api dan mengabadikannya dengan drone, memberikan pengalaman berbeda.

Dokumentasi yang dibuat pada 2024 juga menjadi rekaman penting bagi mereka. Hingga kini, video tersebut masih terus dibagikan sebagai bagian dari edukasi mengenai Krakatau.

Kisah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Krakatau tidak hanya memiliki daya tarik bagi wisatawan domestik. Nama dan sejarahnya yang telah dikenal secara internasional membuat kawasan gunung api di Selat Sunda tersebut tetap menjadi perhatian wisatawan dari berbagai negara.

Bagi rombongan asal Singapura itu, perjalanan dari Pantai Carita menuju Krakatau bukan sekadar aktivitas membuat konten. Mereka mendapatkan pengalaman melihat langsung salah satu gunung api paling terkenal di Indonesia sekaligus membawa pulang dokumentasi yang hingga kini masih mereka bagikan kepada publik.

✓ Anda sedang membaca versi lengkap (5 halaman digabung). Kembali ke tampilan per halaman