BI Dorong Efisiensi Transaksi Mata Uang Lokal di Tengah Risiko Ketidakpastian Geopolitik
Bank Indonesia mendorong perluasan penggunaan mata uang lokal (LCT) untuk memperkuat ketahanan ekonomi kawasan dan menekan risiko nilai tukar global.

BI juga memacu perluasan pembayaran berbasis QR lintas negara yang dipadukan dengan pemanfaatan mata uang lokal guna meningkatkan efisiensi proses transaksi, menopang aktivitas perdagangan, dan memperluas jangkauan inklusi keuangan.
Sementara di tingkat domestik, BI terus memperluas jangkauan penggunaan QRIS pada segmen generasi muda serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk membentuk rekam jejak transaksi digital sekaligus mempermudah akses ke pembiayaan formal.
Dalam pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bangkok tersebut, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara-negara anggota G20 menyepakati Agenda Kebijakan Global sebagai pijakan bersama memperkuat ketahanan ekonomi dunia.
Kesepakatan tersebut mencakup upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, perbaikan iklim usaha, modernisasi pasar tenaga kerja, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dan digitalisasi melalui investasi infrastruktur digital serta energi berkelanjutan.
Forum ini juga menyetujui langkah bersama dalam merespons ketidakseimbangan global, mengelola risiko utang, menjamin kelancaran arus perdagangan, dan memperkuat jaring pengaman keuangan di tingkat global.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



