AS Setujui Penjualan 500 Rudal Patriot Senilai $2,1 Miliar
AS setujui penjualan 500 rudal Patriot PAC-3 senilai $2,1 miliar untuk Ukraina. Paket pertahanan didanai penuh oleh mitra dan sekutu internasional.

JAKARTA, Semualini.com - Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri resmi menyetujui potensi penjualan militer asing berupa 500 unit rudal pertahanan Patriot Advanced Capability-3 Missile Segment Enhancement (PAC-3 MSE) kepada Ukraina.
Keputusan strategis bernilai estimasi US$2,1 miliar atau sekitar Rp33 triliun ini diumumkan pada Jumat (30/10/2026), menyusul kebutuhan mendesak Kyiv dalam memperkuat sistem pertahanan udara menghadapi serangan rudal balistik.
Persetujuan penjualan alutsista ini diharapkan mampu menopang ketahanan infrastruktur vital Ukraina di tengah eskalasi konflik yang terus berlanjut. Seluruh pembiayaan pengadaan senjata tersebut dipastikan bersumber dari dana mitra dan sekutu internasional tanpa melibatkan anggaran langsung dari kas domestik AS.
Dalam keterangan resmi yang dirilis otoritas Washington, paket pengadaan pertahanan udara tersebut sepenuhnya ditanggung oleh koalisi negara mitra dan sekutu Ukraina.
Hal ini memastikan bahwa program pengadaan militer ini berjalan tanpa membebani anggaran pertahanan federal Amerika Serikat.
"Biaya tersebut didanai sepenuhnya oleh mitra dan sekutu," demikian keterangan resmi dari Departemen Luar Negeri AS
Departemen Luar Negeri AS juga menegaskan bahwa transaksi komersial militer ini tidak melibatkan personel tambahan militer AS yang harus dikerahkan ke wilayah Ukraina. Perusahaan dirgantara asal Amerika Serikat, Lockheed Martin, ditunjuk sebagai kontraktor utama dalam penyediaan rudal pencegat beserta suku cadang terkait.
Persetujuan penjualan rudal pertahanan ini diberikan di tengah kekhawatiran meningkatnya serangan udara beruntun yang menyasar infrastruktur energi, fasilitas transportasi, serta permukiman warga sipil di Ukraina menjelang musim dingin.
Pemerintah Ukraina sebelumnya berulang kali mendesak percepatan pasokan amunisi pencegat guna melindungi wilayah udara mereka.
"Departemen Luar Negeri menyatakan bahwa tidak akan ada dampak negatif terhadap kesiapan pertahanan AS sebagai akibat dari penjualan yang diusulkan ini," mengutip laporan The Kyiv Independent.
Dengan adanya restu resmi dari Washington, rantai pasok logistik militer diharapkan dapat segera dikirimkan guna menutupi celah kerentanan pertahanan udara Ukraina dari gempuran rudal jelajah dan balistik pihak lawan.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



