Polda Riau Rilis Data 61 Laporan Kasus Serta Sebaran 260 Papan Peringatan Karhutla
Polda Riau sebar 260 papan peringatan pencegahan karhutla ke sejumlah kabupaten/kota. Simak rincian wilayah dan penanganan 65 tersangka.

Arman menjelaskan"Agar masyarakat paham bahwa ini wilayah status quo dan tidak boleh dilakukan langkah-langkah mulai dari penyemaian, penanaman, ataupun yang lain sebagainya tanpa koordinasi dengan pemerintah," ujar Arman.
Informasi tersebut penting agar warga mengetahui batasan aktivitas pada lokasi yang sedang berkaitan dengan proses hukum. Status setiap lahan tetap harus mengacu pada ketentuan dan keputusan resmi yang berlaku.
Pemasangan papan bukan pengganti proses hukum. Penentuan pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran tetap bergantung pada bukti dan hasil penyidikan masing-masing perkara.
Polda Riau mencatat 61 laporan polisi dengan 65 tersangka dalam penanganan perkara karhutla. Luas lahan yang terbakar dan tercatat dalam perkara tersebut mencapai sekitar 3.394 hektare.
Arman menegaskan bahwa pemasangan papan peringatan merupakan salah satu langkah untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kebakaran kembali.
"Pemasangan 260 plang ini merupakan langkah preventif untuk mencegah kebakaran berulang sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, meskipun saat ini kondisi karhutla di Riau relatif terkendali," kata Arman.
Kepolisian juga menyatakan tetap menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan karhutla. Setiap perkara harus ditangani berdasarkan bukti, tanpa menganggap seseorang atau suatu pihak bersalah sebelum proses hukum membuktikannya.
Berdasarkan pemantauan yang disampaikan Kapolda, tidak ditemukan titik api aktif yang terindikasi sebagai karhutla di Riau saat kegiatan berlangsung. Sejumlah indikasi yang sebelumnya terpantau, menurutnya, berasal dari cerobong asap setelah dilakukan pemeriksaan.
Meski demikian, personel tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru.
"Walaupun karhutla di Riau sudah tidak ada, tapi kita tetap menyiagakan langkah pencegahan dan mitigasi. Personel masih berjaga di titik masing-masing. Kita utamakan pencegahan karena mencegah lebih baik daripada memadamkan," tegas Arman.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



