Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Pramono Anung Minta Warga Tutup Jendela dan Batasi Aktivitas di Luar
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mencapai Jakarta. Gubernur Pramono Anung meminta warga memakai masker, menutup jendela dan membatasi aktivitas luar ruangan.

JAKARTA - Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai berdampak ke wilayah Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan dan melakukan sejumlah langkah perlindungan diri.
Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, BMKG dan instansi terkait untuk memantau arah pergerakan abu vulkanik.
"Karena arah sebaran abu sangat dipengaruhi oleh kondisi angin, pemerintah Jakarta akan terus berkoordinasi dengan BMKG dan instansi terkait untuk memantau pergerakannya," ujar Pramono.
Pemprov DKI sebelumnya juga menyampaikan bahwa masyarakat perlu mengikuti perkembangan informasi resmi terkait kondisi Gunung Anak Krakatau. Status gunung tersebut masih berada pada Level III (Siaga).
Jangan Panik, Tapi Tetap Waspada
Pramono secara khusus meminta warga Jakarta untuk tetap tenang menghadapi potensi sebaran abu vulkanik.
"Saya mengimbau untuk tetap tenang dan waspada," kata Pramono.
Menurutnya, masyarakat perlu melakukan langkah pencegahan apabila abu vulkanik mulai terlihat atau dirasakan di lingkungan tempat tinggal maupun tempat aktivitas.
Salah satu langkah yang ditekankan adalah menggunakan masker atau alat perlindungan diri ketika berada di luar ruangan.
Warga juga diminta menutup pintu dan jendela rumah serta melindungi sumber air agar tidak tercampur atau terkontaminasi abu vulkanik.
Batasi Aktivitas di Luar Rumah
Pramono juga meminta masyarakat membatasi kegiatan di luar ruangan, khususnya ketika kondisi abu vulkanik cukup pekat.
"Yang berikutnya adalah membatasi aktivitas di luar ruangan, khususnya apabila abu cukup pekat," ujarnya.
Langkah tersebut dapat dilakukan untuk mengurangi paparan abu vulkanik, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di kawasan dengan kualitas udara yang terdampak.
BMKG sendiri menyatakan pemantauan dilakukan terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, termasuk terhadap atmosfer dan penerbangan. Sebaran abu terdeteksi hingga sejumlah wilayah di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Bengkulu.
Abu Jangan Disapu dalam Kondisi Kering
Hal lain yang menjadi perhatian adalah cara membersihkan abu vulkanik.
Pramono mengingatkan warga agar membasahi abu terlebih dahulu sebelum membersihkannya.
"Membersihkan abu dengan membasahi terlebih dahulu agar partikel tidak kembali beterbangan," katanya.
Cara tersebut bertujuan mengurangi partikel abu yang kembali beterbangan ke udara ketika dilakukan pembersihan.
Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Pemerintah mengarahkan warga untuk mengikuti informasi dari kanal resmi pemerintah, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM dan BPBD.
Segera ke Fasilitas Kesehatan Jika Muncul Gejala
Pramono turut mengingatkan warga agar segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan kesehatan.
"Segera kunjungi faskes terdekat apabila mengalami gejala penyakit pernafasan dan penglihatan yang memburuk," ujarnya.
Dengan kondisi abu vulkanik yang dapat berubah mengikuti arah angin, masyarakat Jakarta diharapkan terus memantau perkembangan informasi dan menyesuaikan aktivitas berdasarkan kondisi lingkungan.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.




