Iklan
Viral

Penemuan Logam Kubah di Kotim Kalteng, Korem 102 Terjunkan Personel

Benda logam menyerupai kubah ditemukan di kebun sawit PT Agro Bukit, Kotim. Korem 102/Panju Panjung menerjunkan personel ke lokasi untuk pemantauan.

Penemuan Logam Kubah di Kotim Kalteng, Korem 102 Terjunkan Personel
Foto: Penemuan Logam Kubah di Kotim Kalteng (Sumber: X/@indepenSumatera)

JAKARTA, Semualini.com - Sebuah benda logam berukuran besar berbentuk menyerupai kubah ditemukan di kawasan perkebunan kelapa sawit milik PT Agro Bukit, Kilometer 26, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, pada Selasa (20/10/2026). 

Objek berwarna kuning pudar yang dilengkapi paku keling (rivet) dan untaian kabel tersebut menarik perhatian pekerja perkebunan setempat.

Penemuan ini menjadi objek material asing kedua yang dilaporkan warga di area perkebunan tersebut dalam dua hari berturut-turut. 

Sebelumnya, pada Senin (19/10/2026), warga juga menemukan pecahan logam berukuran besar yang diduga merupakan bagian dari tabung bahan bakar cair roket.

Objek misterius yang ditemukan tergeletak di antara pelepah kelapa sawit tersebut memiliki permukaan melengkung setengah lingkaran. 

Iklan

Pada bagian strukturnya, terlihat deretan paku keling (rivet) serta komponen kabel yang masih terhubung.

Sejumlah buruh perkebunan yang mendatangi lokasi sempat mengabadikan objek tersebut menggunakan ponsel. Adanya komponen kabel yang menempel memicu spekulasi awal di kalangan warga sekitar.

"Pagi ini kita melihat bangkai-bangkai mungkin pesawat, karena masih ada kabel-kabelnya ini..." ujar salah seorang warga yang merekam objek tersebut di lokasi penemuan.

Rangkaian penemuan benda asing di Kotim ini diawali dengan terdengarnya suara dentuman keras disertai gemuruh dari arah langit di wilayah Kotawaringin Timur pada Minggu (18/10/2026) sore.

Jajaran TNI dari Komando Resor Militer (Korem) 102/Panju Panjung mengonfirmasi telah menerima laporan penemuan benda misterius tersebut dan langsung menerjunkan tim ke lapangan.

Iklan

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.