Iklan
Iklan
Transportasi

KAI Properti Siapkan 748 Petugas Jaga Lintasan, Pembangunan Gardu JPL Capai 95,2 Persen

KAI Properti menyiapkan 748 calon Petugas Jaga Lintasan melalui sertifikasi kompetensi. Pembangunan gardu JPL juga telah mencapai 181 lokasi.

KAI Properti Siapkan 748 Petugas Jaga Lintasan, Pembangunan Gardu JPL Capai 95,2 Persen
Foto: KAI Properti Siapkan 748 Petugas Jaga Lintasan, Pembangunan Gardu JPL Capai 95,2 Persen. (Sumber : DOK Humas KAI Properti).

Jakarta - KAI Properti terus memperkuat kesiapan keselamatan di pelintasan sebidang dengan menyiapkan sumber daya manusia sekaligus meningkatkan fasilitas pendukung operasional. Hingga 21 September 2026, sebanyak 748 peserta dipersiapkan untuk menjadi Petugas Jaga Lintasan (PJL) di berbagai wilayah operasional KAI.

Para calon PJL tersebut sebelumnya telah melewati serangkaian tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, psikologi, wawancara hingga pemeriksaan kesehatan. Setelah dinyatakan lolos, mereka kini memasuki tahapan pembekalan dan sertifikasi kompetensi sebelum nantinya menjalankan tugas di lapangan.

Dari total 748 peserta, sebanyak 98 peserta telah masuk dalam jadwal uji kompetensi. Sementara 650 peserta lainnya dijadwalkan mengikuti sertifikasi pada 21 hingga 25 September 2026.

Proses sertifikasi tersebut dilaksanakan melalui enam tempat uji kompetensi yang tersebar di 13 area. KAI Properti menargetkan seluruh rangkaian sertifikasi kompetensi dapat diselesaikan pada 25 September 2026.

Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, mengatakan sertifikasi merupakan tahapan penting untuk memastikan calon petugas memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sebelum ditempatkan di lapangan.

“Proses menjadi PJL tidak berhenti setelah peserta dinyatakan lolos seleksi. Setiap peserta perlu melalui tahapan pembekalan dan sertifikasi kompetensi agar memiliki kesiapan dalam menjalankan tugas sesuai standar keselamatan yang berlaku,” ujar Bramantya dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, pembekalan dan sertifikasi juga menjadi bagian dari proses untuk memastikan para petugas memahami prosedur kerja, aspek keselamatan, serta tanggung jawab yang melekat dalam penjagaan pelintasan sebidang.

Sebelumnya, KAI Properti telah menyelesaikan rangkaian rekrutmen PJL dengan jumlah pelamar mencapai ribuan orang. Peserta yang berhasil melewati seluruh tahapan seleksi kemudian mengikuti proses lanjutan berupa pengenalan tugas, pelatihan dan sertifikasi kompetensi.

Setelah seluruh tahapan tersebut selesai, para PJL akan ditempatkan berdasarkan kebutuhan di berbagai wilayah operasional KAI.

Tidak hanya dari sisi sumber daya manusia, KAI Properti juga terus melakukan pembangunan fasilitas pendukung keselamatan di pelintasan sebidang.

Dari target pembangunan 190 gardu JPL, pekerjaan konstruksi hingga 21 September 2026 telah berjalan di 181 lokasi. Capaian tersebut setara dengan 95,2 persen dari target yang telah ditetapkan.

Pembangunan gardu JPL merupakan bagian dari upaya meningkatkan fasilitas keselamatan di pelintasan sebidang. Selain gardu penjagaan, program tersebut juga mencakup penyediaan berbagai perlengkapan yang mendukung operasional petugas di lapangan.

KAI Properti menilai kesiapan infrastruktur dan kompetensi petugas merupakan dua aspek yang saling berkaitan dalam mendukung keselamatan di pelintasan sebidang.

Bramantya mengatakan peningkatan keselamatan tidak hanya bergantung pada keberadaan petugas, tetapi juga perlu didukung fasilitas penjagaan yang memadai.

“Fasilitas penjagaan dan kesiapan petugas merupakan dua hal yang saling mendukung dalam menjaga keselamatan perlintasan sebidang. Karena itu, KAI Properti memastikan pembangunan fasilitas pendukung terus dilakukan bersamaan dengan penyiapan kompetensi PJL,” katanya.

Dengan pembangunan infrastruktur yang terus berjalan serta proses sertifikasi calon PJL yang ditargetkan rampung pada akhir September, KAI Properti berupaya memastikan kebutuhan personel dan fasilitas keselamatan dapat tersedia sesuai kebutuhan operasional.

Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan KAI Properti terhadap keselamatan perjalanan kereta api sekaligus peningkatan kesiapan pengamanan pada pelintasan sebidang di berbagai wilayah operasional KAI.