KAI Properti Bangun Selasar 250 Meter, Stasiun Karet dan BNI City Segera Terhubung
Selasar pedestrian dilengkapi travelator serta fasilitas pendukung untuk memperkuat akses menuju Stasiun BNI City.

JAKARTA - KAI Properti melanjutkan pengembangan integrasi kawasan antara eks Stasiun Karet dan Stasiun BNI City melalui pembangunan selasar pedestrian sepanjang sekitar 250 meter. Jalur penghubung tersebut dirancang untuk meningkatkan kemudahan akses masyarakat menuju kawasan Stasiun BNI City.
Pembangunan selasar ini menjadi bagian dari upaya penataan kawasan transportasi yang lebih terkoneksi, khususnya untuk mendukung aktivitas masyarakat yang menggunakan layanan kereta api di pusat Jakarta.
Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan waktu pengerjaan sekitar tujuh bulan. Dalam fasilitas yang dibangun, KAI Properti akan menghadirkan sarana pendukung berupa travelator dan moving walk dengan panjang masing-masing sekitar 40 meter.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi pengguna transportasi publik, terutama saat berpindah dari kawasan eks Stasiun Karet menuju Stasiun BNI City.
Tambahkan Fasilitas Parkir dan Area Drop Off Transportasi Online
Selain pembangunan jalur pedestrian, KAI Properti juga melakukan penataan fasilitas pendukung di sekitar kawasan. Salah satunya dengan menyediakan area parkir serta titik pemberhentian sementara atau drop off untuk kendaraan transportasi daring.
Fasilitas ini disiapkan untuk memperlancar perjalanan masyarakat, baik sebelum menggunakan kereta api maupun setelah tiba di kawasan stasiun.
Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, menyampaikan bahwa pembangunan selasar merupakan bagian dari tahap lanjutan integrasi kawasan Karet dan BNI City.
Menurutnya, jalur pedestrian tersebut dibuat untuk menciptakan konektivitas yang lebih baik antara dua kawasan sekaligus memberikan akses yang lebih tertata bagi pengguna transportasi umum.
“Selasar sepanjang kurang lebih 250 meter ini dirancang sebagai penghubung pedestrian antara kawasan eks Stasiun Karet dan Stasiun BNI City. Dengan dukungan fasilitas mobilitas seperti travelator, akses masyarakat diharapkan semakin mudah dan nyaman,” ujar Bramantya.
Lanjutan Pengembangan Konsep Smart Station BNI City
Pembangunan selasar pedestrian ini melanjutkan berbagai pekerjaan integrasi yang sebelumnya telah dilakukan KAI Properti di kawasan Stasiun BNI City.
Beberapa pengembangan yang telah dilakukan mencakup peningkatan fasilitas akses penumpang, pembangunan hall barat dan hall timur untuk memperbaiki sirkulasi pengguna, hingga penerapan konsep smart station melalui pemasangan smart lamp di area peron.
Selain itu, KAI Properti juga membangun fasilitas kanopi yang terhubung dengan jalur pedestrian untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat saat berpindah area.
Melalui rangkaian pengembangan tersebut, kawasan Stasiun BNI City diarahkan menjadi kawasan transportasi yang lebih modern, terintegrasi, dan mendukung kebutuhan mobilitas perkotaan.
Dorong Kemudahan First Mile dan Last Mile Transportasi
Penataan kawasan Karet–BNI City juga menjadi bagian dari penguatan konsep first mile dan last mile dalam sistem transportasi publik.
Dengan adanya jalur pedestrian yang terkoneksi serta fasilitas parkir dan drop off, masyarakat akan lebih mudah mengakses stasiun dari berbagai moda transportasi.
KAI Properti menilai konektivitas antar moda menjadi faktor penting dalam meningkatkan penggunaan transportasi berbasis kereta api.
“Integrasi kawasan membutuhkan akses yang mampu menghubungkan berbagai titik mobilitas masyarakat. Karena itu, pembangunan ini diarahkan untuk menghadirkan jalur pedestrian dan fasilitas pendukung yang lebih optimal,” kata Bramantya.
KAI Properti Perkuat Infrastruktur Transportasi Perkotaan
Sebagai bagian dari KAI Group, KAI Properti terus mendukung pengembangan infrastruktur yang berorientasi pada aksesibilitas dan konektivitas kawasan.
Melalui proyek integrasi Stasiun Karet dan Stasiun BNI City, perusahaan berharap masyarakat mendapatkan fasilitas perjalanan yang lebih nyaman, efisien, dan mudah dijangkau.
Pengembangan kawasan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan transportasi publik sekaligus memperkuat hubungan antara stasiun dengan lingkungan perkotaan di sekitarnya.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.




