Cegah Asap Karhutla, Pemprov DKI Siagakan Water Mist di Ratusan Gedung
Pemprov DKI Jakarta melanjutkan penyemprotan water mist dan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk meredam polusi udara meskipun asap karhutla Kalimantan mulai menjauh dari Jabodetabek.

JAKARTA. Semualini.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menyiapkan langkah taktis berupa penyemprotan water mist atau kabut air beserta operasi modifikasi cuaca (OMC) guna menekan polusi udara di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Langkah penanganan polusi udara DKI Jakarta ini dipastikan tetap berjalan walau sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berasal dari Kalimantan dilaporkan mulai berangsur menjauhi kawasan Jabodetabek.
Pihak BMKG mengonfirmasi bahwa pergerakan angin saat ini tidak lagi mengarah ke kawasan Pulau Jawa, sehingga potensi keterpaparan asap karhutla diperkirakan akan menurun.
Kendati demikian, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak mengendurkan kesiapsiagaan dan tetap memprioritaskan penanganan polusi udara DKI Jakarta demi menjaga kualitas udara di Ibu Kota.
Berdasarkan laporan evaluasi BMKG, pola hembusan angin yang berubah menjauhi Jawa menjadi indikator positif bagi penurunan densitas polusi di wilayah Jabodetabek. Menanggapi situasi tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan keterangan resminya saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, pada Minggu (18/10/2026):
"Semalam juga saya mendengar dari BMKG bahwa angin sudah tidak bertiup ke Jawa. Ini mengindikasikan akan terjadinya penurunan. Cuma mungkin satu, kita akan melakukan water mist lagi," ujar Rano saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, Minggu (18/10/2026).
Hingga saat ini, sebanyak 179 unit sarana water mist telah dipasang pada 145 gedung di wilayah Jakarta. Rano Karno menekankan bahwa pengoperasian penyemprotan kabut air tersebut merupakan bagian integral dari serangkaian strategi yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.
"Itu salah satu, bukan satu-satunya cara, minimal bisa meredam kabut polusi segala macam. Dan kita tetap melakukan modifikasi cuaca," ucapnya.
Selain memfokuskan penanganan polusi udara DKI Jakarta di tingkat lokal, Pemprov DKI Jakarta menaruh harapan besar agar peristiwa karhutla di Kalimantan dapat segera teratasi sepenuhnya.
Berdasarkan pemantauan terbaru, hujan mulai mengguyur beberapa wilayah di Kalimantan, seperti Palangkaraya di Kalimantan Tengah, yang diharapkan mampu memadamkan titik-titik api secara efektif.
Ketika menghadiri Pawai Budaya Karnaval Sarendo-Rendo di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rano Karno turut mengajak para peserta pawai untuk memanjatkan doa bersama demi terselesaikannya bencana kebakaran hutan tersebut.
"Itu mudah-mudahan hari ini setelah kita berdoa, mudah-mudahan bisa segera selesai lah kebakaran hutan dan lahan ini," tuturnya.
Sebelumnya, citra satelit Himawari-9 milik BMKG mendeteksi keberadaan asap karhutla asal Kalimantan di lapisan atmosfer Jakarta pada Jumat (16/10/2026) pagi. Walau sempat terdeteksi melayang di udara wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat, partikel asap tersebut dilaporkan tidak sampai menyentuh permukaan tanah.
Pada hari yang sama, asap terpantau terus bergerak menjauh dari Jabodetabek, meski sisa-sisanya masih berada di ketinggian 10.000 hingga 18.000 kaki di wilayah pesisir barat Banten.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



