Iklan
Nasional

Ekspor Beras RI Meluas: Dari Kawasan Regional Hingga Pasar Eropa

Kementan memberi sinyal ekspansi ekspor beras nasional ke mancanegara didukung cadangan stok 4,5 juta ton dan permintaan negara tetangga.

Ekspor Beras RI Meluas: Dari Kawasan Regional Hingga Pasar Eropa
Foto: Stok beras di gudang Bulog. (Sumber: Kementan)

JAKARTA, Semualini.com - Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan indikasi kuat mengenai rencana perluasan ekspor beras Indonesia ke luar negeri menuju pasar internasional. Keputusan penjelajahan pasar global tersebut didorong oleh kondisi melimpahnya persediaan pasokan pangan di dalam negeri yang saat ini mencapai 4,5 juta ton, di samping adanya permintaan komoditas beras yang mulai berdatangan dari negara tetangga.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa ketersediaan beras domestik berada dalam posisi yang sangat aman untuk memenuhi kebutuhan nasional sekaligus dimanfaatkan untuk memenuhi pasar ekspor.

"Sekarang kan ada beras pecah, kita punya stok banyak. Stok kita masih 4,5 juta ton," ungkap Amran saat ditemui awak media di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Menurut keterangannya, peluang pengiriman stok beras nasional ke mancanegara terbuka lebar dalam kurun waktu dekat. Pihak Kementerian Pertanian mengonfirmasi telah dihubungi secara langsung oleh perwakilan asing yang tertarik membeli beras produksi Indonesia.

"Ada lagi permintaan ekspor ke salah satu negara. Tunggu saja beritanya besok atau lusa, kemarin telepon, salah satu negara meminta beras," tambahnya.

Iklan

Meskipun rincian nama negara peminat terbaru belum dipublikasikan secara resmi, Kementan gencar memetakan potensi pasar ekspor beras Indonesia ke luar negeri lanjutan setelah berhasil merealisasikan pengiriman komoditas tersebut ke Malaysia.

Sebelumnya, jajaran pemerintah mengidentifikasi tiga negara kawasan regional yang masuk dalam radar target perluasan pasar pasca-Malaysia, yakni Filipina, Papua Nugini, serta Timor Leste.

"Kita masih jajaki, ada dua sampai tiga negara. Itu jajaki Filipina, Papua Nugini, dan nanti Timor Leste. Negara tetangga kita," kata Amran di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Pemerintah menegaskan akan bertindak cermat dalam memperhitungkan besaran kuota serta kriteria kualitas komoditas beras yang dikirim agar keamanan pangan domestik tetap terjaga secara optimal.

"Belum. Belum ada kepastian," ujarnya saat dikonfirmasi mengenai besaran volume beras yang berpotensi dikirim.

Iklan

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.