Abu Anak Krakatau Mengancam Pernapasan, Kemenkes Minta Warga Lakukan 3 Hal Ini
Kemenkes meminta masyarakat terdampak abu vulkanik Anak Krakatau tetap di rumah jika memungkinkan, menggunakan masker KN95 dan kacamata saat keluar, serta membasahi abu sebelum dibersihkan.

JAKARTA — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau untuk tidak panik dan meningkatkan perlindungan diri. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah serta menggunakan perlindungan pernapasan apabila harus keluar.
Imbauan tersebut disampaikan Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehan menyusul penyebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau ke sejumlah wilayah. Abu vulkanik mengandung partikel-partikel halus yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu kesehatan, terutama apabila seseorang terpapar dalam kondisi udara yang penuh abu.
Dalam imbauannya, Kemenkes menyampaikan tiga hal utama yang perlu dilakukan masyarakat di daerah terdampak.
1. Jangan Panik dan Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Kemenkes meminta masyarakat tidak panik ketika abu vulkanik mulai menyelimuti lingkungan sekitar. Jika kondisi memungkinkan, warga dianjurkan tetap berada di dalam rumah untuk mengurangi paparan udara yang telah tercampur abu vulkanik.
"Pertama, jangan panik. Kalau bisa tinggal di rumah saja, tidak usah keluar-keluar sehingga tidak ada udara kotor yang masuk ke pernapasan kita," ujar Budi dalam imbauannya, Minggu (6/9/2026).
Namun, apabila masyarakat terpaksa harus meninggalkan rumah, perlindungan pernapasan menjadi hal yang harus diperhatikan.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.




