Iklan
Ekonomi

Menkeu Suahasil: Belanja Pemerintah Kuartal IV-2026 Diproyeksi Tembus Rp1.300 Triliun

Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan belanja pemerintah kuartal IV-2026 tembus Rp1.300 triliun dengan outlook defisit APBN dijaga pada 2,85%.

Menkeu Suahasil: Belanja Pemerintah Kuartal IV-2026 Diproyeksi Tembus Rp1.300 Triliun
Foto: Menkeu Suahasil Nazara (Sumber: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

JAKARTA, Semualini.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan realisasi belanja pemerintah pada kuartal IV-2026 diproyeksikan mencapai Rp1.300 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan realisasi belanja periode yang sama pada tahun lalu yang berada di kisaran Rp1.200 triliun. 

Peningkatan alokasi anggaran pada tiga bulan terakhir tahun ini diharapkan menjadi stimulus untuk mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi nasional hingga penutupan tahun.

Kepastian tersebut disampaikan Suahasil usai menghadiri Rapat Terbatas di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (19/10/2026) malam. "Kita yakin bahwa belanjanya [pemerintah] akan mencapai Rp1.300 triliun di kuartal IV, dan ini lebih tinggi dari tahun lalu," kata Suahasil.

Pemerintah menegaskan bahwa kendati volume belanja meningkat, skema efisiensi anggaran tetap dijalankan tanpa mengganggu pelaksanaan program-program prioritas.

Pemerintah menekankan bahwa pendekatan efisiensi yang diterapkan bukan bertujuan memotong alokasi anggaran, melainkan guna memastikan pencapaian target kerja (output) melalui pelaksanaan yang lebih tepat sasaran. 

Iklan

Salah satu penyesuaian pengelolaan anggaran dilakukan pada program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di bawah tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN).

"Karena itu, poinnya adalah bukan tentang potong anggarannya, tetapi bagaimana mencapai (output) dari yang direncanakan dengan pelaksanaan yang efisien," tegas Suahasil.

Di tengah lonjakan belanja negara pada kuartal terakhir, Kementerian Keuangan berkomitmen untuk menjaga outlook defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 berada pada tingkatan yang aman, yakni di kisaran 2,85 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, akumulasi realisasi belanja negara hingga akhir September 2026 tercatat sebesar Rp2.660,5 triliun. Angka tersebut tumbuh 19 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) jika dibandingkan dengan realisasi periode September tahun sebelumnya yang sebesar Rp3.621,3 triliun.

Realisasi hingga kuartal III-2026 tersebut menyerap 69,2 persen dari total porsi target APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp3.842 triliun. 

Kenaikan belanja negara hingga September dipengaruhi oleh porsi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) yang melonjak 33,5 persen (yoy) mencapai Rp1.069,4 triliun dari posisi sebelumnya Rp800,9 triliun. Sementara itu, porsi belanja non-K/L terealisasi sebesar Rp1.639,2 triliun atau setara 60,5 persen dari target APBN tahun ini.

✓ Anda sedang membaca versi lengkap (2 halaman digabung). Kembali ke tampilan per halaman
Iklan

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.