Iklan
Dunia

Demo Meluas di Eropa: Kota-Kota di Italia, Albania, dan Belgia Memanas

Aksi unjuk rasa yang bermula di Prancis merembet ke Italia, Albania, dan Belgia. Kerusuhan berujung bentrokan, pembakaran bank, hingga penangkapan puluhan demonstran.

Demo Meluas di Eropa: Kota-Kota di Italia, Albania, dan Belgia Memanas
Foto: Kerusuhan berujung bentrokan (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, Semualini.com - Gelombang demonstrasi besar yang awalnya melanda Prancis kini menjalar ke sejumlah negara tetangga di Eropa, mencakup Italia, Albania, hingga Belgia. Unjuk rasa yang dipicu oleh isu kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah, kondisi pendidikan, hingga tekanan ekonomi tersebut berubah menjadi kerusuhan di beberapa kota utama, yang ditandai dengan bentrokan fisik antara massa dan aparat keamanan, perusakan fasilitas publik, pembakaran gedung bank, serta penangkapan puluhan demonstran di kawasan Eropa.

Aksi unjuk rasa yang meluas ini memicu respons keras dari jajaran pejabat tinggi di negara-negara terdampak untuk mengendalikan situasi keamanan setempat.

Eskalasi Kerusuhan di Italia, Albania, dan Penanganan di Belgia

Di Italia, gelombang unjuk rasa baru melanda kota-kota besar seperti Milan, Turin, Bologna, dan Roma pada Sabtu (17/10/2026). Di ibu kota Roma, serikat pekerja CGIL menggelar aksi penolakan langsung terhadap kebijakan pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni. 

Aksi bentrok tak terhindarkan ketika massa melemparkan barang ke arah polisi, yang kemudian dibalas dengan penggunaan meriam air dan tongkat pemukul. Beberapa orang dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk seorang perempuan muda dan petugas polisi yang terluka di bagian kepala, sementara 50 demonstran ditahan. Kerusuhan ini membuat warga serta wisatawan berlindung di dalam toko dan apartemen sekitar alun-alun.

Iklan

Pergolakan serupa terjadi di Albania, di mana aksi protes berlangsung di sejumlah titik. Sekelompok demonstran bertudung menerobos masuk dan memecahkan kaca kantor cabang OTP Bank sebelum akhirnya membakar bangunan tersebut. 

Pengunjuk rasa menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama sekaligus memprotes kondisi pengajaran universitas dan tingginya biaya pendaftaran mahasiswa.

Sementara itu, di Belgia, aksi unjuk rasa di ibu kota Brussel diwarnai bentrokan yang memaksa otoritas mengambil langkah tegas. Menyikapi perkembangan situasi di wilayahnya, Menteri Dalam Negeri Belgia Bernard Quintin memberikan pernyataan resmi melalui akun media sosial miliknya.

Menteri Dalam Negeri Belgia Bernard Quintin menyatakan dalam unggahan di X bahwa "apa yang sedang terjadi di Brussel bukan lagi sekadar aksi protes". Ia menambahkan bahwa "segala cara yang diperlukan akan digunakan untuk memulihkan ketertiban dalam menghadapi para perusuh".

Penanganan ketat dan penyiapan personel keamanan terus dikerahkan di kota-kota terdampak guna memulihkan ketertiban masyarakat pascakerusuhan.

Iklan

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.