Iklan
Daerah

Menjelang Musim Hujan, Kesiapsiagaan Pemprov DKI Hadapi Potensi Banjir

Pemprov DKI Jakarta percepat normalisasi sungai, pengerukan lumpur, dan pemeliharaan pompa air hadapi potensi banjir musim hujan November 2026.

Menjelang Musim Hujan, Kesiapsiagaan Pemprov DKI Hadapi Potensi Banjir
Foto: Menjelang Musim Hujan, Kesiapsiagaan Pemprov DKI Hadapi Potensi Banjir (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, Semualini.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memacu berbagai langkah mitigasi infrastruktur dan kesiapsiagaan darurat guna menghadapi ancaman banjir seiring prediksi masuknya musim hujan yang lebih awal. 

Menurut perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peningkatan curah hujan di wilayah Jabodetabek mulai berlangsung secara bertahap sejak pertengahan hingga akhir November 2026.

Penanganan difokuskan pada optimalisasi kapasitas tampung sungai, penyiapan pengerukan sedimentasi, serta pemeliharaan keandalan sistem pengerahan pompa air di lima wilayah kota administrasi. Langkah ini diambil untuk menekan durasi serta luas sebaran genangan saat puncak periode basah tiba.

Percepatan Normalisasi Sungai dan Pengerukan Sedimen

Langkah penanganan fisik di lapangan melibatkan pengerukan lumpur secara masif (Grebek Lumpur) serta kelanjutan normalisasi pada alur sungai utama. Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengerahkan alat berat di sejumlah perairan vital, antara lain Kali Ciliwung, Kali Krukut, Kali Angke, Kali Cakung Lama, dan Kali Mampang.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa penghentian atau kekosongan pengerjaan normalisasi sungai jangka panjang kini dibenahi secara menyeluruh demi menambah daya tampung debit air hujan.

"Normalisasi yang sudah begitu lama tidak pernah dilakukan, sekarang kita lakukan kembali. Semua selokan-selokan, sungai-sungai kita lakukan pengerukan di mana-mana," kata Pramono Anung

Iklan

Selain pengerukan, pengerjaan konstruksi penahan air seperti Embung Kebagusan di Jakarta Selatan juga ditargetkan berfungsi sebagai pemecah limpasan sebelum masuk ke sistem saluran utama Kali Mampang dan Kali Krukut menuju Kanal Banjir Barat.

Di sektor infrastruktur teknis, Pemprov DKI memastikan seluruh stasioner maupun unit pompa mobile berada dalam kondisi siap operasi penuh. 

Dinas SDA diinstruksikan melakukan pemeriksaan berkala pada mesin penyedot air di titik-titik rawan banjir serta menyiapkan pintu air secara optimal.

"Saya meminta kepada jajaran sumber daya air untuk merawat pompa-pompa yang ada, mempersiapkan untuk nanti pada bulan September dan sebagainya," ujar Pramono Anung mengutip pengarahannya di lokasi peninjauan infrastruktur.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyiagakan ratusan personel Petugas Penanganan Bencana/Tim Reaksi Cepat (TRC) di tingkat kelurahan. 

Langkah mitigasi ini dipadukan dengan penguatan sistem peringatan dini (Early Warning System) serta koordinasi antarlembaga untuk penanganan pengungsian jika terjadi bencana hidrometeorologi.

✓ Anda sedang membaca versi lengkap (2 halaman digabung). Kembali ke tampilan per halaman
Iklan

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.