Presiden Prabowo Bertolak ke Rusia, Bawa Agenda Ekonomi yang Jadi Sorotan Global
Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Rusia atas undangan Vladimir Putin untuk menghadiri Eastern Economic Forum dan memperkuat kerja sama strategis Indonesia-Rusia.

“Ini kali kedua Presiden Prabowo dipercaya menjadi tamu kehormatan dalam forum ekonomi internasional yang diselenggarakan oleh Rusia, setelah sebelumnya pada tahun lalu hadir dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF),” ujar Teddy.
Teddy menyebut Rusia memandang Indonesia sebagai salah satu mitra strategis di kawasan Asia-Pasifik, terutama karena peran Indonesia sebagai anggota ASEAN dan salah satu negara yang memiliki pengaruh di kelompok negara berkembang.
“Indonesia dipandang Rusia sebagai salah satu mitra utama dan strategis di Asia-Pasifik, anggota ASEAN yang dihormati, serta salah satu negara penting yang merepresentasikan Global South dan dunia Muslim. Ini menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam percaturan global,” ungkap Teddy.
Dalam agenda kunjungan tersebut, Presiden Prabowo juga akan memanfaatkan pertemuan dengan Presiden Putin untuk mendorong kerja sama bilateral yang lebih konkret, khususnya di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, energi, dan sektor strategis lainnya.
Teddy menegaskan pemerintah tetap menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif dengan membuka hubungan baik dengan berbagai negara.
“Politik luar negeri Indonesia tetap bebas aktif. Bapak Presiden Prabowo membangun hubungan baik dengan semua negara, memperluas persahabatan, sekaligus memastikan diplomasi Indonesia menghasilkan manfaat konkret bagi kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat,” kata Teddy.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama internasional sekaligus membuka peluang baru di bidang ekonomi dan investasi.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.




