Prabowo Soroti Panca Jiwa Gontor: Keikhlasan, Kemandirian, dan Larangan Menjadi Koruptor
Prabowo Subianto menyoroti nilai-nilai Panca Jiwa Gontor seperti keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, dan kebebasan berpikir. Ia juga mengingatkan pentingnya integritas serta menolak praktik korupsi.

JAKARTA - Dalam suasana santai, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, dan integritas sebagai fondasi pembangunan bangsa. Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak menyalahgunakan jabatan untuk korupsi.
Nilai-nilai pendidikan karakter kembali menjadi sorotan dalam sebuah pertemuan bersama keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung berbagai prinsip yang selama ini dikenal sebagai Panca Jiwa Gontor, mulai dari keikhlasan hingga kebebasan berpikir.
Suasana acara berlangsung santai dan beberapa kali diselingi candaan. Prabowo bahkan sempat berkelakar mengenai kehadiran wartawan yang menurutnya membuat dirinya harus lebih berhati-hati dalam berbicara.
Meski demikian, inti pidato yang disampaikan lebih banyak berfokus pada nilai-nilai pendidikan karakter yang dianggap relevan bagi masa depan Indonesia.
Salah satu bagian yang mendapat perhatian adalah ketika Prabowo meminta agar Panca Jiwa Gontor kembali ditampilkan di layar. Ia kemudian mengulas satu per satu nilai yang menurutnya memiliki kesamaan dengan prinsip-prinsip yang juga dijunjung dalam pendidikan militer.
"Keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, kebebasan," ujarnya dalam pidato dihadapan ribuan Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Sabtu (19/09/2026).
Menurut Prabowo, nilai keikhlasan menjadi fondasi penting dalam setiap perjuangan. Ia menyatakan bahwa dirinya selalu berusaha menjalankan tugas dengan niat yang tulus serta menjunjung kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya sikap berdikari atau kemandirian. Dalam pandangannya, bangsa Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dan tidak bergantung secara berlebihan kepada pihak lain.
Prinsip tersebut, menurutnya, tidak hanya berlaku bagi individu tetapi juga bagi negara dalam menjalankan pembangunan nasional.
Pada bagian lain pidatonya, Prabowo menyinggung makna kebebasan berpikir. Namun ia menegaskan bahwa kebebasan harus diiringi keberanian untuk melihat kekurangan diri sendiri secara jujur.
Menurutnya, bangsa yang maju adalah bangsa yang mampu melakukan introspeksi serta memperbaiki kelemahan yang masih ada.
"Kita harus berani melihat kekurangan dan kekuatan kita sendiri," katanya.
Ia mengibaratkan proses pembangunan bangsa seperti menjaga kesehatan tubuh. Sebagaimana tubuh harus dirawat agar tetap sehat, demikian pula bangsa harus dipelihara melalui pendidikan, disiplin, dan karakter yang kuat.
Selain mengulas Panca Jiwa Gontor, Prabowo juga mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan prinsip yang dikenal di lingkungan Akademi Militer, yakni berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas.
Dalam konteks berbudi tinggi, ia memberikan penekanan khusus pada pentingnya integritas. Menurutnya, jabatan dan kepercayaan publik tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi.
Ia bahkan secara tegas mengingatkan agar para pemegang amanah tidak terjerumus ke dalam praktik korupsi.
"Jujur, ikhlas, tidak boleh jadi koruptor," tegasnya.
Pernyataan tersebut kemudian dilanjutkan dengan kritik terhadap sikap yang hanya menampilkan citra baik di depan publik tetapi tidak mencerminkan perilaku sebenarnya.
Menurut Prabowo, kejujuran dan keikhlasan tidak boleh sekadar menjadi slogan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata ketika seseorang memperoleh jabatan atau kewenangan.
Ia mencontohkan bahwa seseorang tidak boleh berpura-pura jujur namun justru menyalahgunakan kekuasaan ketika diberi kepercayaan.
Menjelang akhir sambutannya, Prabowo juga menyinggung pentingnya kesehatan fisik sebagai modal pembangunan bangsa. Menurutnya, seseorang tidak dapat bekerja secara optimal apabila kondisi fisiknya lemah atau tidak terjaga.
Karena itu, ia mengaku memiliki tekad agar generasi muda Indonesia tumbuh sehat dan kuat sehingga mampu menghadapi tantangan masa depan.
Pidato tersebut menunjukkan bagaimana nilai-nilai yang diajarkan di lingkungan pesantren dipandang tetap relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui pesan tentang keikhlasan, kemandirian, kebebasan berpikir, dan integritas, Prabowo menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga karakter yang kuat.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.




