Karhutla Kembali Mengganas, Puluhan Hektare Lahan Terbakar di Malut hingga Aceh
Karhutla kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Malut dan Aceh termasuk daerah terdampak. BNPB mengungkap luas lahan terbakar dan kendala pemadaman.

JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Dalam laporan terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran terjadi di Maluku Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, hingga Aceh.
Kebakaran tersebut menghanguskan lahan dengan luasan bervariasi. Sebagian lokasi telah berhasil dikendalikan, sementara petugas masih melakukan pemadaman dan pemantauan di wilayah lain.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan tim gabungan masih melakukan serangkaian tindakan untuk memastikan api tidak kembali meluas.
“Tim gabungan di masing-masing daerah terus melakukan pemadaman, pendinginan, asesmen, dan pemantauan untuk mencegah api kembali meluas,” kata Berton dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026).
Karhutla di Maluku Utara Bakar 3 Hektare
Salah satu karhutla terjadi di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. Api melanda lahan di Desa Gotowasi, Kecamatan Maba Selatan.
Berdasarkan laporan BNPB, kebakaran yang terjadi pada Jumat (28/8/2026) tersebut menghanguskan sekitar 3 hektare lahan.
Penanganan langsung dilakukan oleh BPBD Kabupaten Halmahera Timur bersama unsur terkait. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kondisi angin di lokasi turut menjadi perhatian karena dapat membuat api lebih cepat menjalar ke area lain.
Aceh Juga Dilanda Karhutla
Karhutla juga terjadi di sejumlah wilayah Aceh. Di Kabupaten Aceh Selatan, kebakaran alang-alang terjadi di Gampong Drien, Kecamatan Bakongan.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 4 hektare. Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, salah satunya lokasi kebakaran yang cukup jauh dari permukiman.
Selain jarak, keterbatasan sumber air serta kondisi cuaca panas dan tiupan angin juga menjadi tantangan bagi petugas.
“Pemadaman menghadapi kendala lantaran lokasi berada sekitar 4 Km dari pinggir desa. Dan karena keterbatasan sumber air, cuaca panas dan tiupan angin sedang,” ujar Berton.
Karhutla dengan luasan lebih besar juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bener Meriah. Kebakaran di Kampung Uning Gelime, Kecamatan Weh Pesam, menghanguskan sekitar 20 hektare lahan.
Kaltim dan Jawa Tengah Ikut Terdampak
Kebakaran tidak hanya terjadi di wilayah Maluku Utara dan Aceh. BNPB juga mencatat kejadian serupa di Jawa Tengah dan Kalimantan Timur.
Di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, kebakaran melanda lahan di Desa Kamal dan Desa Sanggang, Kecamatan Bulu. Total area yang terbakar diperkirakan mencapai 22 hektare.
Sementara di Kabupaten Klaten, karhutla tersebar di tujuh desa yang berada di enam kecamatan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 9,28 hektare.
Di Kalimantan Timur, kebakaran terjadi di Kampung Pepas Eheng, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat. Area lahan belukar dan kebun yang terdampak diperkirakan mencapai 50 hektare.
Menurut BNPB, penyebab kebakaran di sejumlah lokasi masih dalam proses penyelidikan.
“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Medan yang curam serta sejumlah titik api yang sulit dijangkau menjadi tantangan bagi petugas,” kata Berton.
BNPB Ingatkan Masyarakat Waspada
Rangkaian kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla masih perlu diwaspadai. Pemantauan BMKG sebelumnya juga menunjukkan keberadaan titik panas di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Maluku Utara dan Aceh.
Pada 22 Agustus 2026, misalnya, BMKG mendeteksi titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Maluku Utara dan Aceh. BMKG mengingatkan bahwa peningkatan titik panas dapat memberikan dampak terhadap kesehatan dan meminta masyarakat turut mencegah terjadinya karhutla.
BNPB pun mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran terbuka yang berpotensi memicu kebakaran.
Upaya pencegahan dinilai penting karena api yang muncul di kawasan kering dapat dengan cepat menyebar, terutama ketika didukung angin dan terbatasnya sumber air.
Dengan penanganan cepat, pemadaman, pendinginan, serta pemantauan lanjutan, pemerintah berharap kebakaran di sejumlah wilayah dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke kawasan lainnya.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.




