Nasional

Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas 2.000 Meter, Status Siaga III

Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran sejauh 2.000 meter. Warga diimbau waspada seiring status gunung yang bertahan di level Siaga (Level III).

Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas 2.000 Meter, Status Siaga III
Foto: Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas 2.000 Meter, Status Siaga III (Sumber : Tangkapan Layar Instagram @infomarapi).

YOGYAKARTA - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan yang signifikan. Salah satu gunung api paling aktif di Indonesia ini dilaporkan memuntahkan awan panas guguran yang meluncur sejauh 2.000 meter.

​Peristiwa alam tersebut terekam jelas oleh kamera pemantau dan sensor seismik milik otoritas terkait, Sabtu malam (26/09/2026). 

Luncuran awan panas atau yang kerap disebut warga lokal sebagai "wedhus gembel" ini, membawa material vulkanik masif yang mengarah ke sektor barat daya.

​Menyikapi peningkatan aktivitas ini, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) langsung mengeluarkan peringatan resmi kepada masyarakat yang bermukim di lereng gunung.

​Status Bertahan di Level Siaga (Level III)

​Meski jarak luncur awan panas cukup jauh, BPPTKG menegaskan bahwa hingga saat ini tingkat aktivitas Gunung Merapi belum dinaikkan.

Gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut masih berstatus Siaga.

​"Tingkat aktivitas Gunung Merapi saat ini masih ditetapkan pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas masih sangat mungkin terjadi," ujar petugas pos pengamatan dalam laporan resminya.

​Pihak berwenang menetapkan radius bahaya sejauh beberapa kilometer dari puncak gunung. Masyarakat dilarang keras melanggar batas zona merah tersebut demi keselamatan jiwa.

​Ancaman Lahar Dingin dan Imbauan Warga

​Selain awan panas, potensi bahaya lain yang mengintai adalah banjir lahar dingin. Mengingat cuaca yang kerap tidak menentu, hujan lebat di kawasan puncak bisa memicu aliran lahar material vulkanik ke sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

​"Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya, termasuk para penambang pasir di alur sungai," tegas pihak BPPTKG.

​Pemerintah daerah setempat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga terus bersiaga penuh. Warga diminta untuk tetap tenang, tidak terpancing isu hoaks, dan selalu memantau perkembangan informasi hanya dari saluran resmi pemerintah.