BGN Hentikan Dapur SPPG dan Pecat Pengelola Usai Insiden Siswa Keracunan MBG
Badan Gizi Nasional (BGN) mencopot kepala SPPG serta memecat ahli gizi dan keuangan di Bogor dan Cirebon buntut insiden keracunan MBG.

JAKARTA, Semualini.com — Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas terhadap jajaran pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Cirebon, Jawa Barat.
Tindakan keras berupa pencopotan kepala unit dapur serta pemecatan tenaga ahli gizi dan ahli keuangan ini dilakukan menyusul insiden dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di kedua daerah tersebut.
Keputusan penjatuhan sanksi tersebut diambil setelah hasil investigasi internal mengindikasikan adanya unsur kelalaian pengelola dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP) pengolahan dan penyajian makanan di fasilitas dapur pelayanan.
Sanksi Tegas dan Pemecatan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan bahwa pihak pengelola yang terbukti lalai tidak akan mendapatkan toleransi. Selain pencopotan jabatan struktur pimpinan dapur, staf teknis yang bertanggung jawab atas pengawasan gizi dan pengelolaan operasional harian juga dijatuhi sanksi pemecatan.
"Jadi kepala dapur saya copot, kemudian ahli gizi dan ahli keuangannya saya pecat," tegas Kepala BGN Sudaryono dalam keterangannya di Jakarta.
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa penanganan gizi anak sekolah dijalankan secara profesional tanpa mengabaikan faktor keselamatan dan higienitas pangan.
BGN juga membekukan sementara (suspend) kegiatan operasional dapur SPPG yang bermasalah hingga audit menyeluruh selesai dilakukan.
Kasus keracunan di Kota Cirebon melibatkan porsi makanan yang diproduksi oleh SPPG Kalijaga 5, Kecamatan Harjamukti. Korban terdampak dilaporkan mencapai ratusan orang yang terdiri atas siswa TK, SD, hingga kalangan guru dan petugas dapur yang mengalami gejala mual, muntah, dan diare usai mengonsumsi menu MBG.
Para korban sempat mendapatkan perawatan intensif di sejumlah rumah sakit dan puskesmas setempat.
Tim BGN bersama dinas kesehatan daerah telah terjun ke lokasi untuk melakukan pengecekan manajemen dapur serta menguji sampel makanan di laboratorium.
"Sudah melakukan investigasi, pengecekan baik terhadap fisik dapur, manajemen dapur, maupun terhadap pengelolaan SPPG," ujar perwakilan BGN, Yulian, mengenai penanganan di Cirebon. Yulian menambahkan bahwa status kepala unit saat ini dicopot sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium selesai.
Sementara itu, kasus di Kabupaten Bogor juga mencatatkan angka terdampak yang terbilang besar, di mana ratusan siswa dilaporkan mengalami keluhan serupa usai menyantap sajian program MBG. Penangguhan operasional dapur di Bogor turut diberlakukan untuk mencegah potensi terulangnya kejadian serupa.
BGN berkomitmen untuk mengevaluasi seluruh rantai pasok dan proses pengolahan makanan di seluruh unit SPPG di Indonesia guna memulihkan kepercayaan publik terhadap program pemenuhan gizi nasional.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



