Iklan
Iklan
Nasional

9 Taman Nasional Ditutup Sementara! Menhut Ungkap Alasannya

Menhut Raja Juli Antoni menutup sementara pendakian di 9 taman nasional karena rawan karhutla. Simak daftar taman nasional dan kawasan yang masih dibuka terbatas

9 Taman Nasional Ditutup Sementara! Menhut Ungkap Alasannya
Foto: Ilustrasi: Suasana api membakar kawasan hutan di lereng Gunung Semeru, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). Sumber : ANTARA

JAKARTA – Pemerintah mengambil langkah tegas untuk mengantisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. 

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengumumkan penutupan sementara aktivitas wisata pendakian di sembilan taman nasional yang dinilai memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi.

Kebijakan tersebut disampaikan Raja Juli setelah mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (31/8/2026).

Menurut Raja Juli, penutupan sementara diperlukan untuk mengurangi potensi bahaya terhadap masyarakat yang melakukan aktivitas pendakian. Langkah tersebut sekaligus memungkinkan pemerintah lebih optimal mengerahkan sumber daya untuk menangani kebakaran di wilayah prioritas.

"Secara resmi akan ada surat edaran dari Dirjen KSDAE, tapi saya bisa umumkan sementara ada penutupan sementara terhadap 9 taman nasional," ujar Raja Juli.

Kebakaran di Taman Nasional Persulit Pemadaman

Raja Juli menjelaskan, kebakaran yang terjadi di beberapa kawasan taman nasional turut menambah beban dalam operasi penanggulangan karhutla.

Salah satu kendalanya adalah penggunaan helikopter untuk operasi water bombing. Pesawat tersebut sebelumnya diproyeksikan untuk memperkuat penanganan karhutla di enam provinsi prioritas.

Namun, karena terdapat kebakaran di kawasan taman nasional, sebagian helikopter harus dialihkan untuk membantu proses pemadaman di lokasi tersebut.

"Mengingat beberapa taman nasional kita juga terjadi kebakaran dan ini sangat menyulitkan kita untuk melakukan pemadaman," kata Raja Juli.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat sumber daya yang seharusnya dapat dimaksimalkan di enam provinsi prioritas harus dibagi dengan kawasan konservasi yang sedang mengalami kebakaran.

"Beberapa heli water bombing yang mestinya bisa dipergunakan, dimaksimumkan di enam provinsi prioritas, tapi karena ada kebakaran yang luar biasa di beberapa taman nasional akhirnya heli ini juga di-deploy ke taman-taman nasional tersebut," ujarnya.

Bukan Melarang Pendaki, tetapi Demi Keselamatan

Menhut menegaskan bahwa kebijakan penghentian sementara aktivitas pendakian bukan dimaksudkan untuk menghilangkan kesempatan masyarakat menikmati wisata alam.

Menurutnya, faktor utama yang menjadi pertimbangan adalah keselamatan pendaki mengingat kondisi kawasan yang berpotensi terdampak kebakaran.

"Ini sekali lagi maksudnya adalah bukan kita membatasi keinginan para pendaki untuk menaiki taman nasional kita, tapi karena risiko yang sangat tinggi," kata Raja Juli.

Ia kemudian menyinggung kejadian di kawasan Bromo Tengger dan Semeru yang sebelumnya menyebabkan sekitar 170 pendaki berada dalam situasi sulit akibat kondisi kebakaran.

"Seperti yang terjadi terakhir di Bromo Tengger dan Semeru yang akhirnya mengakibatkan ada 170-an pendaki yang terjebak," ujarnya.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai besarnya risiko yang dapat dihadapi pendaki ketika aktivitas wisata berlangsung di kawasan yang sedang menghadapi ancaman kebakaran.

9 Taman Nasional Ditutup Sementara

Berdasarkan pengumuman Kementerian Kehutanan, terdapat sembilan kawasan taman nasional yang aktivitas pendakiannya ditutup sementara.

Kawasan tersebut meliputi:

  1. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, termasuk jalur pendakian Gunung Semeru.
  2. Taman Nasional Kerinci Seblat.
  3. Taman Nasional Gunung Ciremai.
  4. Taman Nasional Tambora.
  5. Taman Nasional Manusela.
  6. Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.
  7. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
  8. Taman Nasional Gunung Leuser.
  9. Taman Nasional Lorentz, khusus jalur Ilaga, Tsinga, Sugapa, dan Ugimba.

Penutupan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi potensi munculnya risiko baru selama kondisi karhutla masih menjadi perhatian pemerintah.

Empat Kawasan Masih Dibuka Secara Terbatas

Tidak seluruh kawasan pendakian ditutup. Pemerintah masih memberikan akses terbatas di sejumlah kawasan dengan menerapkan pengawasan yang lebih ketat.

Empat kawasan yang masih dapat digunakan untuk aktivitas pendakian secara terbatas yaitu:

  • Taman Nasional Gunung Rinjani
  • Taman Nasional Gunung Merbabu
  • Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang atau Argopuro
  • Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Aktivitas di kawasan tersebut dibatasi pada zona yang dinilai aman dan dilakukan dengan pengawasan ekstra ketat.

Pemerintah Prioritaskan Penanganan Karhutla

Penutupan sementara ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi ancaman karhutla selama periode rawan kebakaran.

Pemerintah juga terus mengerahkan berbagai sumber daya untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas ke wilayah lain.

Di sisi lain, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan ke kawasan gunung dan taman nasional diimbau untuk tidak memaksakan pendakian apabila terdapat larangan atau pembatasan dari pengelola.

Calon pendaki juga perlu memastikan informasi terbaru mengenai status jalur pendakian sebelum melakukan perjalanan. Kondisi di lapangan dapat berubah dengan cepat mengikuti perkembangan cuaca, titik api, arah angin, maupun kebijakan pengelola kawasan.

Dengan kebijakan penutupan sementara tersebut, pemerintah berharap risiko keselamatan pendaki dapat ditekan sekaligus memberikan ruang bagi petugas untuk berkonsentrasi menangani kebakaran yang terjadi di kawasan konservasi.

✓ Anda sedang membaca versi lengkap (5 halaman digabung). Kembali ke tampilan per halaman