Luhut Temui Wang Yi di Beijing, Dorong Kerja Sama Indonesia-China
Luhut Binsar Pandjaitan bertemu Wang Yi di Beijing. Indonesia ingin mempelajari pengalaman pembangunan China dan memperluas kerja sama strategis.

BEIJING - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Beijing. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menyampaikan keinginan untuk mempelajari pengalaman China dalam menjalankan Rencana Lima Tahun ke-15 sekaligus memperluas kerja sama di sejumlah sektor strategis.
Luhut mengatakan pengalaman China dalam pembangunan menjadi salah satu hal yang ingin dipelajari Indonesia. Menurut dia, kerja sama kedua negara juga dapat dikembangkan pada sektor-sektor baru yang dinilai memiliki peran penting terhadap perekonomian dan pembangunan.
“Indonesia berharap dapat mempelajari pengalaman keberhasilan China dalam melaksanakan Rencana Lima Tahun ke-15 serta memperkuat kerja sama dengan China di berbagai industri strategis baru, seperti kecerdasan buatan, bioteknologi, layanan kesehatan, manufaktur maju, dan keuangan digital,” kata Luhut, sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri China yang diakses ANTARA di Beijing, Kamis.
Selain sektor teknologi dan industri, Indonesia juga ingin memperluas kolaborasi dalam bidang pertambangan dan pengembangan sumber daya manusia.
Luhut menyebut kedua negara dapat menjajaki kerja sama yang mencakup produksi, penelitian dan pengembangan (R&D), hingga inovasi bersama.
“Indonesia juga ingin memperkuat kerja sama di bidang pertambangan dan pengembangan sumber daya manusia, serta menjajaki produksi, penelitian dan pengembangan, dan inovasi bersama,” ujar Luhut.
Luhut Sebut China Mitra Strategis Indonesia
Dalam pertemuan tersebut, Luhut juga menyoroti hubungan strategis Indonesia dan China. Ia menyebut China sebagai mitra yang memiliki hubungan jangka panjang dengan Indonesia dalam proses pembangunan nasional.
“China merupakan mitra strategis Indonesia yang paling dapat diandalkan dan bersifat jangka panjang dalam proses pembangunan nasional. Pembangunan Indonesia tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi China, persahabatan kedua negara juga semakin memperoleh tempat di hati masyarakat Indonesia,” kata Luhut.
Pernyataan tersebut menunjukkan perhatian Indonesia terhadap penguatan hubungan bilateral, terutama melalui kerja sama pembangunan dan sektor-sektor yang memiliki nilai strategis bagi kedua negara.
Kerja sama tersebut tidak hanya mencakup sektor tradisional, tetapi juga diarahkan pada bidang teknologi dan industri yang berkembang pesat, termasuk kecerdasan buatan, bioteknologi, manufaktur maju, kesehatan, serta keuangan digital.
Wang Yi Dorong Penyelarasan Strategi Pembangunan
Sementara itu, Wang Yi menilai Indonesia dan China sama-sama merupakan negara besar dengan posisi penting sebagai bagian dari negara-negara berkembang.
Menurut Wang, peningkatan komunikasi strategis dan penguatan kerja sama antara Jakarta dan Beijing memiliki kepentingan yang tidak hanya terbatas pada hubungan bilateral.
“China dan Indonesia merupakan dua negara besar sekaligus representasi perekonomian berkembang. Pendalaman komunikasi strategis dan penguatan kerja sama strategis antara kedua negara tidak hanya sejalan dengan kepentingan rakyat kedua negara, tetapi juga memiliki pengaruh penting yang melampaui hubungan bilateral,” kata Wang Yi.
Wang juga melihat kerja sama kedua negara memiliki dasar yang kuat dan peluang pengembangan baru. Karena itu, China mendorong kedua negara untuk menyelaraskan strategi pembangunan masing-masing.
“Kerja sama China–Indonesia tidak hanya memiliki landasan yang kuat, tetapi juga menunjukkan prospek baru. Kedua negara perlu memperkuat penyelarasan strategi pembangunan serta mendorong transformasi dan peningkatan kerja sama,” ujarnya.
China Sambut Keputusan Indonesia Bergabung dalam Organisasi Kerja Sama AI Dunia
Dalam pertemuan tersebut, Wang Yi turut menyinggung keputusan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia bergabung dengan Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia.
Wang menyebut keputusan tersebut sebagai pilihan yang bijaksana dan menyatakan China siap bekerja sama dengan Indonesia dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
“Keputusan Presiden Prabowo agar Indonesia bergabung dengan Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia merupakan pilihan yang bijaksana. China bersedia bekerja sama dengan Indonesia untuk mendorong pengembangan kecerdasan buatan yang berorientasi pada kemajuan dan kemaslahatan, serta bersifat inklusif,” kata Wang.
Kerja sama di bidang AI menjadi salah satu bagian dari pembahasan hubungan Indonesia-China yang semakin berkembang ke sektor teknologi dan industri bernilai tambah.
Di sisi lain, Wang berharap Indonesia dapat memberikan lingkungan yang mendukung bagi perusahaan-perusahaan China yang menjalankan kegiatan usaha di Indonesia.
“China juga berharap Indonesia dapat menciptakan lingkungan yang kondusif dan memberikan dukungan kebijakan yang kuat bagi perkembangan perusahaan-perusahaan China secara stabil dan berkelanjutan di Indonesia,” tegas Wang.
Pertemuan Luhut dan Wang Yi tersebut memperlihatkan pembahasan hubungan Indonesia-China yang mencakup pembangunan, investasi, teknologi, sumber daya manusia, pertambangan, serta pengembangan industri baru.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.




