Wah! Depok Bakal Punya Pabrik Olah Sampah 1000 Ton/Hari, Mulai 2027
Kabar baik! Pemkot Depok setujui pembangunan RDF Plant 1000 ton/hari bersama PT BSA. Target 2027 beroperasi. Ini solusi cepat atasi sampah Depok.

DEPOK - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengambil langkah besar untuk mengatasi persoalan sampah. Salah satunya dengan membangun Refuse Derived Fuel (RDF) Plant berkapasitas 1.000 ton sampah per hari.
Rencana kerja sama ini telah mendapat persetujuan dari DPRD Kota Depok setelah dibahas bersama Komisi B, Komisi C, dan pimpinan DPRD.
“DPRD menyepakati dan menyetujui Pemerintah Kota Depok untuk melakukan kerja sama pengolahan sampah berjasama dengan PT BSA,” ujar Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, di sela kegiatan Gerakan Indonesia ASRI di Grand Depok City, Jumat (28/08/2026).
Skema Kerja Sama KSDPK
Menurut Reni, kerja sama ini menggunakan skema Kerja Sama Daerah dengan Pihak Ketiga atau KSDPK. Persetujuan DPRD merupakan salah satu syarat penting sebelum proses berlanjut.Saat ini DLHK masih menunggu Surat Keputusan (SK) persetujuan DPRD.
Jika SK sudah turun, Pemkot Depok dan PT BSA akan langsung menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS).
“Harus kita tindak lanjuti. Kami sedang menunggu SK persetujuan DPRD-nya. Nanti ada penandatanganan PKS,” jelas Reni.
Target Operasional 2027
Setelah PKS ditandatangani, PT BSA akan mengurus perizinan termasuk dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Pembangunan RDF Plant ditargetkan bisa dimulai setelah semua administrasi selesai. Proses konstruksinya diperkirakan hanya butuh waktu maksimal 6 bulan.
“Tahun 2027 insyaAllah,” kata Reni optimis.
RDF Plant ini akan menjadi solusi jangka pendek Pemkot Depok dalam menangani timbunan sampah.
Juga Siapkan Skema Aglomerasi dengan Bogor
Selain RDF Plant, Pemkot Depok juga menyiapkan skema jangka panjang melalui kerja sama aglomerasi dengan Kota Bogor atau PSEL.Namun pembangunan fisik PSEL diperkirakan memakan waktu sekitar 24 bulan.
Setelah selesai pun masih ada proses commissioning sebelum bisa beroperasi.
“Kalau yang PSEL, setelah groundbreaking pembangunannya kurang lebih 24 bulan, setelah pembangunan selesai masih ada proses commissioning sebelum operasional. Jadi RDF plant ini yang jangka pendek,” tandas Reni.
Dengan adanya RDF Plant kapasitas 1000 ton per hari, Pemkot Depok berharap masalah sampah bisa tertangani lebih cepat sambil menunggu PSEL aglomerasi rampung.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.




