Iklan
Bogor

Pemkot dan Pemkab Sepakat Benahi Kesemrawutan Simpang Ciawi Bogor

Pemkot dan Pemkab Bogor sepakat menata ulang kawasan Simpang Ciawi yang kembali semrawut. Fokus pada penertiban PKL, bus ngetem, hingga tilang elektronik.

Pemkot dan Pemkab Sepakat Benahi Kesemrawutan Simpang Ciawi Bogor
Foto: Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin. (Sumber : Dok Humas Pemkot Bogor).

Ringkasan Berita:

  • Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor berkolaborasi untuk mengatasi kesemrawutan lalu lintas dan tata ruang di kawasan Simpang Ciawi.
  • Langkah awal penataan difokuskan pada pembersihan bahu jalan dari PKL serta penyediaan trans point agar bus tidak lagi ngetem sembarangan.
  • Pengendara yang nekat melawan arus dari arah Jalan Raya Tajur akan ditindak tegas menggunakan sistem tilang elektronik (e-tilang) berbasis CCTV.

BOGOR, semualini.com – Kawasan Simpang Ciawi yang menjadi salah satu urat nadi dan pintu masuk utama menuju wilayah Bogor kembali disorot lantaran kondisinya yang kian semrawut. 

Merespons keluhan masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akhirnya bersepakat untuk turun tangan menata ulang kawasan tersebut.

Komitmen pembenahan ini ditegaskan langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat memimpin tinjauan langsung ke lokasi pada Kamis (15/10/2026). 

Menurut Jenal, langkah paling mendesak saat ini adalah mengembalikan fungsi utama jalan yang banyak diserobot oleh aktivitas komersial liar dan angkutan umum yang tidak tertib.

"Langkah awal yang kita ambil adalah mengembalikan fungsi jalan agar terbebas dari Pedagang Kaki Lima (PKL). Persoalan Simpang Ciawi ini sangat kompleks, sehingga tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja dan harus melibatkan pemerintah pusat karena ini berstatus jalan nasional," tegas Jenal.

Semangat kolaborasi ini disambut positif oleh jajaran pemerintah daerah di wilayah perbatasan. Camat Ciawi, Denny Kuswara, menyatakan bahwa ego sektoral harus disingkirkan demi mengurai keruwetan yang sudah menahun tersebut.

"Dalam penataan kawasan perbatasan ini, kita tidak lagi bicara batas administratif kota dan kabupaten, ini adalah wajah Bogor secara keseluruhan yang penataannya menjadi tanggung jawab kita bersama," ungkap Denny Kuswara.

Iklan

Selain persoalan tata ruang, titik kemacetan parah di Simpang Ciawi juga dipicu oleh tingginya volume kendaraan yang keluar dari jalan tol dan langsung bertumpuk di persimpangan, ditambah banyaknya bus antarkota yang berhenti (ngetem) di badan jalan.

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas dan penyediaan titik transit khusus.

"Kami sedang mengusulkan lahan milik Jasa Marga di tikungan menuju tol dari arah Tajur untuk dijadikan trans point. Dengan begitu, bus-bus besar tidak lagi ngetem dan menaikkan atau menurunkan penumpang sembarangan di badan jalan yang memicu kemacetan," jelas Sujatmiko.

Di sisi penegakan hukum, Pemkot Bogor juga akan mengambil tindakan tegas terhadap perilaku indisipliner pengendara, khususnya sepeda motor yang kerap nekat melawan arus dari arah Jalan Raya Tajur. 

Dua kamera pengawas (CCTV) di lokasi akan dimaksimalkan fungsinya untuk memantau pergerakan lalu lintas.

"Nantinya pelanggaran lawan arus ini selama sepekan akan kita rekap, dipublikasikan sebagai sanksi sosial di media sosial, lalu datanya langsung diteruskan ke kepolisian untuk segera dikenai tilang elektronik atau e-tilang," pungkas Jenal memberikan peringatan keras.

Dalam waktu dekat, Pemkot dan Pemkab Bogor dijadwalkan akan menggelar rapat koordinasi teknis bersama kementerian terkait untuk mengeksekusi rencana penataan terpadu ini.

Iklan

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.