Iklan
Nasional

Lapak Narkoba Kampung Ambon Dibangun Lagi, Polisi dan PLN Putus Aliran Listrik

Tim gabungan Polri dan BNNP DKI Jakarta menggerebek Kampung Ambon, amankan 7 orang, serta menggandeng PLN memutus aliran listrik curian di lapak narkoba.

Lapak Narkoba Kampung Ambon Dibangun Lagi, Polisi dan PLN Putus Aliran Listrik
Foto: Polri gandeng PLN memutus aliran listrik curian di Kampung Ambon. (Sumber : Istimewa)

Ringkasan Berita:

  • Tim gabungan dari Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan BNNP DKI kembali menggelar operasi sarang narkoba di Kampung Ambon, Jakarta Barat.
  • Polisi menggandeng PLN untuk memutus aliran listrik di sejumlah lapak narkoba yang dibangun ulang karena terbukti melakukan pencurian daya.
  • Selain mengamankan 7 orang tersangka, petugas menyita puluhan senjata tajam yang diduga dipersiapkan pelaku untuk melawan aparat.

JAKARTA, semualini.com – Para bandar narkoba di kawasan Kampung Permata atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, rupanya belum jera. 

Meski lapak transaksi mereka kerap dibongkar oleh aparat, sejumlah bandar nekat membangun kembali tempat tersebut.

Merespons kelihaian para pelaku, tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, dan BNNP DKI Jakarta kembali menggelar Operasi Sarang Narkoba (OSN) berskala besar pada Kamis (15/10/2026).

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, membenarkan temuan aktivitas ilegal yang kembali marak di wilayah tersebut. 

Sebagai langkah tegas untuk memberikan efek jera, pihak kepolisian kini mengambil taktik baru dengan menggandeng Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Untuk lapak, ada beberapa yang dibangun kembali oleh para pelaku. Maka dari itu, kami putus jaringan listriknya secara total agar tempat tersebut tidak bisa digunakan lagi untuk bertransaksi," tegas Kombes Bismo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Bismo membeberkan bahwa pemutusan aliran listrik ini tidak sekadar untuk melumpuhkan aktivitas malam di lapak tersebut, melainkan karena ada tindak pidana lain yang menyertai, yakni pencurian aset negara.

Iklan

"Pemutusan ini juga dilakukan secara paksa karena memang terbukti aliran listriknya mencuri. Mereka mengambil daya listrik secara langsung dari luar meteran," imbuhnya.

Operasi pembersihan ini melibatkan kekuatan penuh sebanyak 165 personel gabungan. 

Dalam penyisiran tersebut, petugas tidak hanya membongkar fasilitas fisik, tetapi juga berhasil mengamankan 7 orang terduga pelaku yang berada di lokasi.

Ketujuh orang yang diamankan berinisial YH (35), YO (39), RES (19), YU (26), YW (36), YT (51), dan FRT (30).

"Dari ketujuh orang yang diamankan tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan, enam di antaranya terbukti positif mengonsumsi narkotika," ungkap Bismo lebih lanjut.

Dalam penggeledahan mendalam, tim gabungan menyita berbagai barang bukti narkotika, mulai dari 17 paket ganja, 2 plastik klip berisi sabu, 33 alat hisap (bong), 14 cangklong, hingga 30 unit timbangan digital.

Lebih mengejutkan lagi, aparat menemukan gudang persenjataan mini di lokasi lapak. Petugas menyita 47 bilah senjata tajam, 7 ketapel, sepucuk airsoft gun, serta senjata mainan.

"Senjata-senjata tajam dan alat pelontar tersebut diduga kuat telah dipersiapkan oleh para pelaku sebagai alat untuk melakukan perlawanan terhadap petugas apabila terjadi penggerebekan," pungkas Bismo.

Iklan

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.