Prabowo Perintahkan Bantuan Beras 10 Kg Dilanjutkan hingga Desember 2026
Pemerintah melanjutkan program bantuan pangan beras 10 kg hingga Desember 2026 atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Sekitar 33,2 juta penerima manfaat menjadi sasaran program, dengan tambahan pasokan 1 juta ton beras untuk periode Oktober hingga Desember.

JAKARTA - Pemerintah memastikan program bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram (kg) per bulan tetap berlanjut hingga Desember 2026. Kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi dampak El Nino.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keputusan tersebut setelah mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Menurut Airlangga, pemerintah dalam rapat tersebut membahas berbagai langkah untuk menghadapi potensi dampak El Nino, termasuk keberlanjutan program bantuan kepada masyarakat.
“Tadi kita bahas kesiapan menghadapi El Nino dan antara lain terkait dengan program-program bantuan yang disiapkan untuk tahun ini,” ujar Airlangga.
Bantuan Beras Dilanjutkan Tiga Bulan
Airlangga menjelaskan, penyaluran bantuan beras yang sebelumnya berlangsung hingga September 2026 akan diteruskan selama tiga bulan berikutnya.
“Arahan Bapak Presiden dilanjutkan di bulan selanjutnya, yakni Oktober, November, dan Desember,” ungkap Airlangga.
Dengan keputusan tersebut, masyarakat penerima manfaat masih akan mendapatkan bantuan beras hingga akhir tahun.
33,2 Juta Penerima Mendapat Bantuan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah meminta Perum Bulog mempercepat distribusi bantuan agar beras segera sampai kepada masyarakat.
Penerima bantuan berasal dari kelompok desil 1 hingga desil 4 dengan jumlah sekitar 33,2 juta penerima.
Untuk bantuan periode Juli hingga September, pemerintah menerapkan mekanisme rapel sehingga penerima mendapatkan total 30 kg beras sekaligus untuk kebutuhan tiga bulan.
“Kita ingin beras benar-benar sampai ke masyarakat,” ujar Zulkifli Hasan.
Pemerintah juga menambah alokasi bantuan pangan beras sebanyak 1 juta ton untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
Tambahan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat berpendapatan rendah sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap terjangkau.
Bulog Pastikan Stok Beras Aman
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan ketersediaan stok beras pemerintah mencukupi untuk mendukung penyaluran bantuan hingga penghujung tahun.
“Bulog sangat siap untuk kembali menyalurkan bantuan pangan beras alokasi Oktober hingga Desember,” kata Rizal dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa Bulog siap menjalankan distribusi bantuan beras sesuai arahan pemerintah.
Pemerintah Tambah Beras SPHP
Selain bantuan pangan untuk masyarakat, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk menjaga harga beras di pasar.
Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah akan menambah penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) medium sebanyak 1 juta ton hingga Desember 2026.
Beras tersebut akan dijual dengan harga sekitar Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram.
Menurut Zulhas, tambahan pasokan akan digunakan untuk merespons apabila harga beras mengalami kenaikan.
“Kalau harga naik Rp100 sampai Rp200, kita respons dengan menambah supply. Kita banjiri pasar dengan beras SPHP sehingga harga bisa kita turunkan kembali,” kata Zulhas.
Jagung untuk Peternak UMKM
Tidak hanya beras, pemerintah juga menyiapkan pasokan jagung untuk mengantisipasi dampak kemarau terhadap produksi.
Bulog saat ini memiliki sekitar 130 ribu ton Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dari realisasi pengadaan sekitar 234 ribu ton. Pemerintah menargetkan pengadaan jagung mencapai 1 juta ton.
Selain itu, sekitar 150 ribu ton jagung SPHP disiapkan untuk membantu peternak UMKM.
“Kita ingin peternak-peternak UMKM tidak terkena dampak kenaikan harga jagung,” jelas Zulhas.
Dengan perpanjangan bantuan beras, tambahan pasokan SPHP, serta penyediaan jagung bagi peternak, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan pangan sekaligus menekan potensi kenaikan harga hingga akhir 2026.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.




