Prabowo Bergurau soal Wartawan dan Serukan Free Palestine Saat Hadiri Acara di Gontor
Prabowo Subianto melontarkan candaan mengenai kehadiran wartawan dan menyampaikan seruan Free Palestine dalam acara bersama keluarga besar Gontor sebelum membahas nilai-nilai pendidikan dan integritas.

JAKARTA - Suasana santai mewarnai sambutan Presiden Prabowo Subianto di hadapan keluarga besar Gontor. Selain bergurau mengenai wartawan yang hadir, ia juga menyuarakan dukungan untuk Palestina sebelum menyampaikan pesan tentang integritas dan pendidikan karakter.
Suasana penuh keakraban mewarnai sambutan Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah kegiatan bersama keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor. Sebelum memasuki materi utama pidato, Prabowo beberapa kali melontarkan candaan yang mengundang tawa para peserta.
Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi ketika ia menyinggung keberadaan wartawan di lokasi acara. Dengan nada bercanda, Prabowo mempertanyakan apakah ada wartawan yang hadir di tengah audiens.
"Mana wartawan?" tanyanya sambil melihat ke arah peserta.
Ia kemudian berkelakar bahwa para jurnalis tampak menyamar di tengah-tengah hadirin sehingga tidak terlalu terlihat.
Candaan tersebut berlanjut ketika ia mengatakan bahwa kehadiran wartawan membuat dirinya harus lebih berhati-hati dalam berbicara. Pernyataan itu langsung disambut tawa dan respons dari peserta yang hadir.
Meski disampaikan dalam suasana santai, komentar tersebut menunjukkan kesadaran bahwa setiap pernyataan tokoh publik dapat menjadi perhatian media dan masyarakat luas.
Tidak lama setelah itu, Prabowo juga mengucapkan seruan "Free Palestine" yang langsung menjadi salah satu bagian paling menonjol dalam sambutannya.
Ia bahkan sempat berujar bahwa apakah pernyataan tersebut akan menimbulkan kehebohan atau tidak merupakan hal yang tidak terlalu dipermasalahkannya.
Ucapan tersebut disampaikan sebelum ia kembali melanjutkan pembahasan mengenai nilai-nilai pendidikan dan pembentukan karakter.
Di tengah pidatonya, Prabowo beberapa kali terlihat menikmati suasana dialogis yang tercipta. Ia bahkan mengaku merasa seperti menjadi lebih muda ketika berada dalam lingkungan santri dan peserta yang hadir.
Nuansa informal tersebut membuat sambutan berlangsung lebih cair dibandingkan pidato kenegaraan yang formal.
Namun setelah sesi candaan dan interaksi ringan, fokus pidato kembali diarahkan pada substansi. Prabowo meminta agar nilai-nilai Panca Jiwa Gontor ditampilkan kembali untuk menjadi bahan refleksi bersama.
Menurutnya, prinsip-prinsip yang diajarkan di pesantren memiliki kesamaan dengan nilai yang selama ini ditanamkan dalam pendidikan kepemimpinan dan pengabdian kepada bangsa.
Ia menyoroti pentingnya keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan berpikir sebagai fondasi pembangunan manusia Indonesia.
"kebebasan berpikir harus diiringi keberanian untuk melakukan evaluasi diri secara jujur," tegas Prabowo
Dalam konteks tersebut, Prabowo mengingatkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang berani melihat kekurangan dan memperbaikinya.
Bagian lain yang mendapat perhatian adalah ketika ia berbicara mengenai integritas. Ia menegaskan bahwa jabatan publik tidak boleh menjadi sarana untuk memperkaya diri sendiri.
Prabowo menyampaikan bahwa seseorang tidak boleh hanya menampilkan citra berbudi luhur dan jujur di depan publik, tetapi kemudian menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan.
Menurutnya, integritas harus dibuktikan melalui tindakan nyata ketika seseorang memegang amanah.
Pesan tersebut disampaikan secara lugas melalui kritik terhadap perilaku koruptif yang masih menjadi tantangan dalam kehidupan berbangsa.
Di akhir sambutannya, Prabowo juga mengingatkan pentingnya kesehatan fisik dan mental bagi generasi muda Indonesia. Ia menilai bahwa pembangunan bangsa memerlukan sumber daya manusia yang sehat, kuat, dan siap bekerja keras.
Rangkaian pidato itu memperlihatkan kombinasi antara suasana santai, humor, pesan kebangsaan, serta penekanan pada nilai-nilai moral. Mulai dari candaan mengenai wartawan, seruan dukungan terhadap Palestina, hingga ajakan menjunjung integritas, seluruhnya menjadi bagian dari pesan yang disampaikan kepada para santri dan peserta yang hadir.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.




