Iklan
Dunia

Donald Trump Buka Suara: Siapkan 'Mother of All Bombs' untuk Serang Iran

Donald Trump tidak menutup kemungkinan mengerahkan bom non-nuklir MOAB atau Mother of All Bombs untuk menyerang Iran pascapemilu paruh waktu AS.

Donald Trump Buka Suara: Siapkan 'Mother of All Bombs' untuk Serang Iran
Foto: Ilustrasi. Donald Trump(Brian Snyder/REUTERS)

JAKARTA, Semualini.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengindikasikan peluang penggunaan senjata non-nuklir berdaya ledak masif yang dikenal sebagai Mother of All Bombs (MOAB) terhadap Iran setelah dilaksanakannya pemilihan paruh waktu di AS. 

Trump menegaskan bahwa jenis amunisi raksasa ini murni merupakan bahan peledak konvensional berkekuatan ekstrem dan bukan bagian dari persenjataan nuklir. 

Meskipun sebelumnya menyatakan tidak melancarkan tindakan militer sebelum pemungutan suara pada 3 November yang menentukan peta kekuatan Kongres AS, ia secara terbuka membahas skenario operasi militer usai pesta demokrasi tersebut.

"Bom yang disebut Mother of All Bombs itu bukan senjata nuklir," kata Trump dalam wawancara dengan Newsmax yang disiarkan pada Kamis (15/10) malam. "Sama sekali bukan nuklir, hanya bom yang sangat besar. Bentuknya seperti bom nuklir mini. Namun, Mother of All Bombs adalah bom besar, tetapi bukan senjata nuklir," ujarnya.

"Saya tidak akan menggunakan senjata nuklir. Kami tidak perlu melakukannya," kata Trump.

Operasi Militer dan Dampak Ekonomi

Rencana aksi militer AS ini sejalan dengan laporan CNN awal pekan lalu yang menyebutkan penyusunan skenario serangan menggunakan bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB). 

Senjata berjenis termobarik atau "bom vakum" tersebut Bekerja dengan cara menyerap oksigen di udara sekitar untuk menghasilkan ledakan dahsyat yang sanggup merusak organ dalam seperti paru-paru. 

Senjata ini sebelumnya pernah dijatuhkan ke basis pertahanan ISIS di Afghanistan pada 2017 saat periode pertama kepemimpinan Trump.

Iklan

Dalam wawancaranya, Trump membeberkan pertimbangan serangan ke wilayah Gunung Pickaxe di Iran serta jaringan terowongan bawah tanah yang terletak di selatan fasilitas pengayaan uranium Natanz. 

Meski demikian, belum dipastikan efektivitas persenjataan MOAB menembus instalasi dengan benteng pertahanan berlapis tersebut. Saat ditanya alasan tidak langsung mengumumkan kemenangan atas Iran, Trump berdalih demi mencegah potensi operasi berulang pada masa mendatang.

"tetapi kita mungkin harus kembali ke sana dalam waktu satu tahun." kata Trump merujuk pada alasan operasi lanjutan.

Trump menegaskan pihaknya enggan menurunkan pasukan darat secara langsung ke wilayah Iran.

"Tidak, saya tidak melihat kemungkinan itu," katanya.

"Perang Iran akan segera berakhir," ujar Trump kembali. "Perang ini akan segera berakhir, dengan satu atau lain cara. Perang ini akan berakhir."

Eskalasi ketegangan ini turut membebani iklim perekonomian dan biaya hidup warga AS akibat lonjakan harga bensin eceran serta solar. Kendati pemerintah AS telah mengupayakan negosiasi kesepakatan energi bersama Rusia, melonggarkan sanksi, hingga memberikan pengecualian sanksi untuk jenis diesel tertentu, harga energi global masih tertahan di level tinggi. 

Sikap Trump ini juga memicu perbedaan pandangan dari sejumlah kandidat Partai Republik di wilayah pertempuran sengit yang mendesak agar konflik yang berawal sejak akhir Februari segera dihentikan.

✓ Anda sedang membaca versi lengkap (2 halaman digabung). Kembali ke tampilan per halaman
Iklan

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.