Bangunan Rusak Runtuh di Gaza, 21 Orang Tewas
Bangunan enam lantai yang sebelumnya rusak akibat serangan runtuh di Gaza. Sedikitnya 21 orang tewas dan puluhan lainnya terluka.

SEMUALINI.COM — Sebuah bangunan tempat tinggal yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat serangan Israel runtuh di Kota Gaza, Palestina. Sedikitnya 21 orang tewas dalam peristiwa tersebut, sementara puluhan lainnya dilaporkan terluka.
Bangunan enam lantai yang berada di kawasan As-Sinaa, barat daya Kota Gaza, sebelumnya telah mengalami kerusakan akibat serangan selama konflik. Bangunan tersebut kemudian digunakan sebagai tempat berlindung oleh warga Palestina yang kehilangan tempat tinggal.
Laporan awal pada Rabu (16/9/2026) menyebut sedikitnya 20 warga Palestina tewas, termasuk lima anak, dan sedikitnya 25 orang terluka. Tim penyelamat saat itu masih melakukan pencarian terhadap warga yang diperkirakan tertimbun di bawah reruntuhan.
Perkembangan berikutnya menyebut jumlah korban meninggal meningkat menjadi 21 orang. Tim penyelamat berhasil mengeluarkan 45 orang dari bawah reruntuhan setelah proses pencarian dilakukan dalam kondisi yang sulit. Delapan anak termasuk dalam korban meninggal berdasarkan laporan terbaru Reuters.
Bangunan Sudah Rusak Sebelum Runtuh
Bangunan tersebut bukanlah struktur yang baru mengalami kerusakan. Sebelumnya, bangunan telah terdampak serangan dan berada dalam kondisi yang membahayakan.
Meski demikian, warga yang kehilangan rumah terpaksa memanfaatkan bangunan yang rusak sebagai tempat tinggal karena terbatasnya lokasi perlindungan yang aman.
Kondisi tersebut menunjukkan persoalan yang dihadapi warga sipil di Gaza, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik dan tidak memiliki banyak pilihan untuk mendapatkan tempat berlindung.
Menurut laporan Anadolu Agency, sekitar 100 orang pada awalnya diperkirakan berada atau tertimbun di sekitar lokasi bangunan yang runtuh. Tim pertahanan sipil kemudian melakukan pencarian dan penyelamatan untuk menemukan para korban.
Proses Evakuasi Menghadapi Keterbatasan
Operasi penyelamatan berlangsung dalam kondisi sulit. Tim penyelamat harus bekerja di antara puing-puing bangunan yang runtuh dengan keterbatasan peralatan berat.
Reuters melaporkan tim penyelamat Palestina berhasil mengevakuasi puluhan orang dari reruntuhan, tetapi proses pencarian menghadapi keterbatasan peralatan yang diperlukan untuk mengangkat material bangunan.
Kondisi bangunan yang rusak akibat perang juga menjadi persoalan yang lebih luas di Gaza. Banyak warga yang kehilangan rumah masih tinggal di bangunan yang mengalami kerusakan atau di tempat penampungan sementara.
Bangunan yang sebelumnya terkena serangan dapat mengalami penurunan kekuatan struktur sehingga memiliki risiko runtuh, terutama ketika tidak dilakukan perbaikan atau rekonstruksi.
Warga Terpaksa Tinggal di Bangunan Rusak
Juru bicara Direktorat Pertahanan Sipil Gaza Mahmoud Basal mengatakan warga Palestina yang kehilangan tempat tinggal terpaksa berlindung di bangunan-bangunan yang telah rusak karena tidak memiliki tempat lain untuk tinggal.
Situasi tersebut membuat warga sipil menghadapi risiko tambahan bahkan ketika berada di tempat yang seharusnya menjadi lokasi perlindungan.
Runtuhnya bangunan di Kota Gaza juga memperlihatkan dampak jangka panjang kerusakan infrastruktur akibat konflik. Selain korban langsung dari serangan, warga menghadapi bahaya dari bangunan yang telah kehilangan stabilitas strukturnya.
Puluhan Korban Berhasil Diselamatkan
Setelah operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan, tim penyelamat berhasil mengeluarkan 45 orang dari reruntuhan. Namun, 21 orang dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Korban luka juga mendapatkan penanganan medis. Di antara korban meninggal terdapat anak-anak yang sebelumnya berada di bangunan tersebut bersama keluarga mereka.
Peristiwa ini kembali menyoroti kondisi kemanusiaan warga Gaza yang masih menghadapi keterbatasan tempat tinggal, kerusakan infrastruktur, serta kesulitan memperoleh perlengkapan yang dibutuhkan untuk proses penyelamatan dan pemulihan.
Penyebab langsung runtuhnya bangunan disebut berkaitan dengan kondisi struktur yang sebelumnya telah rusak akibat serangan. Sementara itu, situasi keselamatan bangunan-bangunan lain yang mengalami kerusakan masih menjadi perhatian karena sebagian warga tetap menggunakannya sebagai tempat berlindung.
Perkembangan mengenai kondisi korban dan situasi di lokasi terus menjadi perhatian di tengah konflik yang masih berlangsung di Gaza.
Sumber : Anadolu
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.




