Wayan Koster Cekcok dengan Petugas SPBU Bali, Pertamina Tambah Personel
Video perselisihan Gubernur Wayan Koster dan petugas SPBU di Bali yang kelelahan akibat shift 24 jam viral di medsos. Pertamina respons dengan tambah personel.

DENPASAR, semualini.com – Sebuah video yang memperlihatkan perselisihan antara Gubernur Bali, Wayan Koster, dengan seorang petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Insiden tersebut memantik simpati publik lantaran petugas yang terekam kamera itu diduga melayangkan protes akibat kelelahan bekerja.
Peristiwa itu terjadi ketika Gubernur Wayan Koster tengah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik di Denpasar untuk memantau kondisi penyaluran bahan bakar.
Di tengah inspeksi tersebut, seorang petugas SPBU tampak menyampaikan keluhannya. Diketahui, petugas tersebut mengalami kelelahan yang ekstrem sebagai dampak langsung dari kebijakan operasional SPBU yang diwajibkan buka selama 24 jam penuh untuk mengurai krisis antrean.
Menanggapi krisis pasokan yang memicu kelelahan petugas di garda terdepan, PT Pertamina Patra Niaga terus berupaya keras memulihkan distribusi BBM di seluruh wilayah Bali.
Langkah taktis yang diambil perusahaan pelat merah tersebut meliputi pengoperasian terminal BBM dan mobil tangki secara nonstop atau 24 jam.
Selain memaksimalkan armada distribusi logistik, Pertamina juga mengambil langkah solutif dengan menambah jumlah personel di lapangan.
Penambahan tenaga kerja ini diharapkan mampu memperlancar aliran pasokan BBM, mengurangi potensi antrean panjang, sekaligus memberikan beban kerja yang lebih manusiawi bagi para pekerja SPBU yang sebelumnya harus bekerja tanpa henti.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan bahwa upaya pemulihan layanan ini tidak hanya mengandalkan jalur distribusi darat semata.
"Langkah tersebut juga didukung oleh kedatangan kapal pengangkut BBM guna mempercepat pemulihan layanan di Bali," ujar Kitty Andhora, seperti dikutip dari Antara, Kamis (15/10/2026).
Dengan merapatnya kapal pengangkut BBM dan optimalisasi sistem distribusi darat yang didukung oleh tambahan personel, diharapkan krisis kelangkaan bahan bakar di Pulau Dewata dapat segera teratasi.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang agar aktivitas perekonomian dan pariwisata kembali berjalan normal tanpa harus mengorbankan kesejahteraan fisik para pekerja SPBU di lapangan.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.


