Bupati Klaten Hamenang Tiba di KPK, Diduga Suap Auditor BPK
KPK resmi menaikkan kasus OTT Bupati Klaten ke tahap penyidikan. Uang Rp1,9 miliar yang ditampung dalam ember disita sebagai barang bukti, diduga terkait suap BPK.

Ringkasan Berita:
- Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo tiba di Gedung KPK usai terjaring OTT dengan barang bukti uang tunai senilai Rp1,9 miliar.
- KPK turut menyita sebuah ember biru yang diduga khusus digunakan oleh Bupati untuk menampung uang setoran korupsi.
- Kasus telah dinaikkan ke tahap penyidikan, di mana korupsi ini diduga turut menyeret oknum auditor BPK Perwakilan Jawa Tengah.
JAKARTA, semualini.com – Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada Jumat (16/10/2026) pagi.
Kedatangannya merupakan buntut dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan tim penyidik di Klaten pada Kamis (15/10/2026).
Hamenang menjadi pihak pertama yang tiba di Gedung KPK sekitar pukul 07.00 WIB. Ia tampak mengenakan jaket, topi hitam, serta masker penutup wajah.
Menariknya, dalam rangkaian pengamanan tersebut, petugas KPK turut membopong sebuah ember plastik berwarna biru yang dilabeli "Dalam Pengawasan KPK".
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa ember atau tong tersebut diduga kuat digunakan oleh Hamenang untuk menampung uang hasil tindak pidana korupsi.
Dalam operasi senyap ini, penyidik berhasil mengamankan barang bukti uang tunai dalam jumlah besar.
"Untuk barang bukti yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, di antaranya ada uang tunai senilai sekitar Rp1,9 miliar," tegas Budi Prasetyo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Budi menambahkan, tong yang disita tersebut diduga menjadi wadah penyimpanan berbagai penerimaan tidak sah.
"Ember atau tong tersebut diduga digunakan bupati untuk menampung atau menyimpan dugaan penerimaan-penerimaan uang," jelasnya.
Seret Oknum Auditor BPK
Lebih lanjut, Budi membeberkan bahwa dugaan rasuah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten ini mencakup ruang lingkup yang luas.
KPK menduga penerimaan uang tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa, perizinan, pemotongan upah pungut, hingga setoran liar dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kasus ini juga diduga kuat menyeret instansi auditor negara. KPK mengendus adanya aliran dana suap dari Bupati Klaten kepada oknum di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Tengah guna memuluskan proses pemeriksaan atau audit di Pemkab Klaten.
Secara keseluruhan, tim penindakan KPK mengamankan 19 orang dari wilayah Klaten. Sembilan di antaranya langsung diboyong ke Jakarta menggunakan kereta api dan tiba bersamaan dengan Hamenang pada Jumat pagi, termasuk Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah.
Ditambah satu orang yang diamankan di Jakarta, total terdapat 10 orang yang kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih.
Merespons temuan awal yang kuat, KPK bergerak cepat dengan menaikkan status penanganan perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan melalui mekanisme ekspose atau gelar perkara pada Kamis malam.
"Tadi malam untuk perkara ini sudah dilakukan ekspose dan diputuskan kegiatan penyelidikan di Klaten naik ke tahap penyidikan. Untuk jumlah tersangka dan siapa saja yang ditetapkan, nanti akan kami sampaikan secara lengkap dalam konferensi pers," tutup Budi.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



